KBEonline.id- Ramadan tahun ini berlangsung bertepatan dengan puncak musim hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Angin kencang, hujan deras, dan kelembapan tinggi jadi tantangan tersendiri, terutama bagi daya tahan tubuh.
Di tengah aktivitas puasa yang padat dan perubahan pola makan, tubuh lebih rentan mengalami penurunan imunitas hingga gejala masuk angin.
Baca Juga:Saatnya Guru Madrasah Jago Bahasa Inggris, Kemenag dan British Council Jalin Kolaborasi Pertama 5 Cara Digitalisasi yang Bikin Bisnis Kamu Lebih Efisien dengan DANA
Karena itu, menjaga kehangatan dan daya tahan tubuh jadi hal penting selama bulan suci, salah satunya dengan bahan alami yang manfaatnya telah dikenal turun-temurun seperti jahe merah.
Taras Putra Tarigan, Brand Manager Bejo Jahe Merah menyatakan bahwa melihat kebutuhan tersebut, Bejo Jahe Merah terdorong kembali menghadirkan program Bejo Anti Angin Spot di berbagai wilayah Indonesia.
“Bulan Ramadan kali ini kebetulan bertepatan dengan puncak musim hujan, memberikan tantangan yang tidak hanya jaga keimanan, namun juga jaga memastikan kesehatan tetap maksimal agar puasa lancar selama sebulan penuh. Bejo Jahe Merah hadir lebih dekat untuk menjaga daya tahan tubuh dan memberikan kehangatan lewat Bejo Anti Angin Spot,” papar Taras Putra Tarigan, Brand Manager Bejo Jahe Merah.
Khusus selama Ramadan, aktivitas juga difokuskan di 89 Masjid Agung di 129 kota dan kabupaten tersebar seluruh Indonesia.
Momen tarawih dan iktikaf menjadi perhatian utama, karena menjadi waktu di mana masyarakat berkumpul untuk beribadah, sering kali hingga larut malam dengan kondisi udara yang lebih dingin.
Kehadiran Bejo Jahe Merah di momen ini diharapkan bisa menemani sekaligus membantu menjaga tubuh tetap hangat dari dalam, sehingga ibadah tetap nyaman dan lancar.
Perubahan pola makan selama puasa, dari yang biasanya tiga kali sehari menjadi hanya saat sahur dan berbuka, membuat tubuh perlu beradaptasi.
Baca Juga:Jangan Lagi Terjerumus Kasus Hukum yang Sama, Seleksi Direksi Petrogas Karawang Dikawal JaksaMensos Turun ke Cikarang, Invisible People Disisir, Rp 776 Juta Dibagikan
Menjaga menu sahur dan berbuka dengan asupan seimbang jadi kunci agar tetap fit dan tidak mudah terserang masuk angin, terutama saat harus beraktivitas di pagi hari dengan suhu udara yang lebih dingin karena musim hujan.
Di sinilah peran bahan alami yang menghangatkan menjadi relevan. Jahe merah dikenal tinggi antioksidan dan memiliki sifat anti-inflamasi berkat kandungan shogaol, gingerol, dan zingerone. Konsumsi jahe merah saat sahur dan berbuka dapat membantu tubuh terasa lebih hangat dan terlindungi, sehingga lebih siap menghadapi perubahan suhu dan ritme aktivitas selama Ramadan. Puasa jalan terus! Masuk angin? Bejo yang urus.
