Saatnya Guru Madrasah Jago Bahasa Inggris, Kemenag dan British Council Jalin Kolaborasi Pertama 

Kolaborasi
Prof. Dr. H. Suyitno, M. Ag (Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI), Seema Malhotra MP (UK Minister) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. (Menteri Agama RI), Summer Xia (Country Director Indonesia and Director Southeast Asia, British Council), Dominic Jermey CVO, OBE (Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste). ‘
0 Komentar

KBEonline.id- Saatnya Guru Madrasah di Indonesia mahir berbahasa Inggris. Dengan Kemenag dan British Council menjalin kolaborasi untuk meningkatkan mutu.

Di masa kini, guru madrasah tidak lagi hanya identik sebagai pengajar kitab di ruang kelas.

Mereka berada di persimpangan yang menentukan, antara pendidikan agama, pembentukan karakter, dan tuntutan dunia modern yang semakin terbuka.

Baca Juga:5 Cara Digitalisasi yang Bikin Bisnis Kamu Lebih Efisien dengan DANAJangan Lagi Terjerumus Kasus Hukum yang Sama, Seleksi Direksi Petrogas Karawang Dikawal Jaksa

Di tangan merekalah generasi Muslim Indonesia dibentuk bukan hanya untuk beriman dan berakhlak, tetapi juga untuk percaya diri, adaptif, dan mampu berdialog dengan dunia tanpa kehilangan jati diri.

Dengan lebih dari 41 ribu guru madrasah tersebar di seluruh Indonesia, peran ini memiliki dampak yang sangat luas.

Ketika kapasitas mereka diperkuat, perubahan tidak berhenti di ruang kelas.

Ia memengaruhi cara siswa memandang masa depan, menumbuhkan keberanian untuk melanjutkan studi, serta membangun kesiapan untuk terlibat dalam percakapan global secara setara.

Kolaborasi terbaru antara Kementerian Agama RI dan British Council menjadi salah satu langkah konkret dalam penguatan tersebut.

Program ini dijalankan secara terstruktur dan berbasis data, namun yang paling menarik adalah perubahan nyata yang mulai terlihat: pembelajaran yang lebih partisipatif, meningkatnya kepercayaan diri guru, serta tumbuhnya kesadaran bahwa madrasah adalah bagian penting dari ekosistem pendidikan global.

Dengan 41.833 guru madrasah yang tersebar di seluruh Indonesia, penguatan kualitas guru menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan pendidikan global.

Kemampuan Bahasa Inggris kini dipandang sebagai kompetensi penting untuk membuka akses siswa ke pendidikan tinggi dan jejaring internasional.

Baca Juga:Mensos Turun ke Cikarang, Invisible People Disisir, Rp 776 Juta DibagikanKontrakan di Cikarang Jadi Gudang Tramadol, Obat Keras Terlarang Perusak Generasi Muda

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Kementerian Agama RI dan British Council untuk pertama kalinya menjalin kolaborasi peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris madrasah, yang secara resmi ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman pada November 2025.

Dimulainya kolaborasi menjadi awal dari perjalanan pelaksanaan program pengembangan keprofesian guru Bahasa Inggris madrasah yang berjalan selama delapan minggu dan ditutup dengan lokakarya tatap muka di Kementerian Agama, Jakarta, pada akhir Februari 2026 ini.

“Kolaborasi ini merupakan langkah konkret mewujudkan Asta Protas Kemenag. Selain itu, juga mendukung kesepakatan dalam Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Keir Starmer pada Januari 2026 lalu, yang mana pendidikan menjadi salah satu pilar utama kerja sama,” papar Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.

0 Komentar