Peran strategis tersebut terlihat langsung pada penguatan kapasitas guru madrasah. Selain membentuk generasi Muslim dengan fondasi agama yang kokoh, guru madrasah juga membuka akses siswa ke pendidikan tinggi dan jejaring global.
Hal ini menuntut kesiapan yang selaras dengan perkembangan zaman dan dinamika pendidikan internasional.
Pemetaan dan Program Percontohan
Kolaborasi antara Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Kementerian Agama RI dan British Council diawali dengan pemetaan kompetensi untuk mengukur kemampuan pedagogik dan kemahiran bahasa Inggris guru MTs dan MA serta pelaksanaan program percontohan Continuing Professional Development (CPD).
Baca Juga:5 Cara Digitalisasi yang Bikin Bisnis Kamu Lebih Efisien dengan DANAJangan Lagi Terjerumus Kasus Hukum yang Sama, Seleksi Direksi Petrogas Karawang Dikawal Jaksa
Kedua inisiasi ini akan menjadi landasan untuk program pengembangan peningkatan guru ke depannya.
Summer Xia, Country Director Indonesia and Director Southeast Asia, British Council memaparkan tantangan dan pencapaian pelatihan ini, “Sebanyak 613 guru yang tersebar merata di hampir seluruh provinsi di Indonesia kini telah menyelesaikan program ini.
Dengan menghadirkan pelatihan secara daring dalam format yang terstruktur dan didukung secara menyeluruh, serta diperkuat oleh e-moderator dan sesi langsung mingguan, kami memastikan bahwa pengembangan profesional berkualitas tinggi dapat diakses oleh para pendidik di mana pun mereka berada,“ tuturnya.
Pendekatan berbasis data tersebut memberikan gambaran kebutuhan pengembangan guru secara lebih objektif dan dapat menjadi rujukan dalam perencanaan kebijakan selanjutnya.
Perubahan di Ruang Kelas
Selama delapan minggu pelaksanaan, perubahan mulai terlihat dalam praktik pembelajaran. Guru mengadopsi pendekatan yang lebih berpusat pada siswa dan menciptakan interaksi kelas yang lebih aktif.
Kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris juga meningkat, yang berdampak pada partisipasi siswa.
Ni’Matus Zahroh, guru Bahasa Inggris dari Madrasah MTsN 15 Jombang, membagikan pengalamannya. “Kesempatan pengembangan diri bagi pendidik di madrasah belum banyak.
Baca Juga:Mensos Turun ke Cikarang, Invisible People Disisir, Rp 776 Juta DibagikanKontrakan di Cikarang Jadi Gudang Tramadol, Obat Keras Terlarang Perusak Generasi Muda
Melalui program ini, guru Bahasa Inggris di madrasah bisa memberikan pengajaran yang menyenangkan bagi murid dan menginspirasi untuk terus belajar demi menghasilkan generasi yang beriman dan berakal,” tutur Ni’Matus Zahroh.
Menuju Skala yang Lebih Luas
Sebagai program percontohan, inisiatif ini menjadi fondasi untuk pengembangan yang lebih luas. Jumlah peserta memang masih sebagian kecil dari kebutuhan nasional, namun model yang telah diuji membuka ruang untuk ekspansi dan penguatan berkelanjutan.
