KBEONLINE.ID KARAWANG – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengapresiasi pelaksanaan bazar tebus sembako murah yang digelar Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya di Surau Bantul Amin 9, Desa Tunggakjati, Kabupaten Karawang. Kegiatan sosial tersebut memungkinkan warga menebus paket sembako senilai sekitar Rp240 ribu hanya dengan membayar Rp20 ribu per kantong.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Karawang, kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya yang hari ini melaksanakan kegiatan tebus sembako murah. Ini tentu sangat membantu masyarakat,” ujar Aep pada Senin (2/3).
Ia menyebutkan, antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak pagi hari. Sebanyak 350 warga Desa Tunggakjati tercatat sebagai penerima manfaat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara yayasan dan pemerintah desa menjadi contoh sinergi yang baik dalam membantu masyarakat.
Baca Juga:Dimana Nonton Streaming Gratis Persib Bandung vs Persebaya Surabaya? Ini Link dan Cara Lengkapnya!PMII Karawang Ultimatum Janji Buka Data: Evaluasi 2024–2025 dan Arah Baru Kebijakan Pemuda 2026
“Dengan antusias warga yang sangat luar biasa, kegiatan ini tentunya memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” tambahnya.
Ketua Pelaksana kegiatan, Sri Rembulan, menjelaskan bahwa bazar sembako murah ini merupakan kali kedua digelar. Kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan pada tahun 2023 dengan jumlah penerima sebanyak 250 warga.
“Untuk tahun 2026 ini, penerima sembako sebanyak 350 warga di Tunggakjati. Artinya meningkat sekitar 40 persen dibandingkan pelaksanaan pertama pada 2023,” jelas Sri Rembulan.
Ia menuturkan, setiap paket sembako memiliki nilai sekitar Rp240 ribu. Namun, warga cukup menebusnya dengan harga Rp20 ribu per kantong. Sistem tersebut diterapkan agar tetap menumbuhkan rasa kemandirian di tengah masyarakat.
“Jadi tetap ada rasa kemandirian, tetapi dengan harga yang sangat terjangkau. Isi paketnya terdiri dari beras 5 kilogram, gula, minyak goreng, susu kental manis, dan mie instan,” pungkasnya.(Aufa)
