Influencer Cikarang Diduga Tipu Pedagang, Korban Bayar Rp1 Juta Malah Diblokir

Influencer Cikarang Pandu Diduga Tipu Pedagang Sudah Bayar Rp1 Juta Malah Diblokir
Influencer Cikarang Pandu Diduga Tipu Pedagang Sudah Bayar Rp1 Juta Malah Diblokir
0 Komentar

Sementara itu, salahsatu pedagang Mie Ayam dan Bakso, Anggi Pamungkas (26) mengungkap setelah viral, video endoresement baru ditayangkan di akun milik Pandu. Namun tidak sesuai perjanjian dimana video promosi dagangannya itu akan tayang sehari setelah pengambilan video.

“Tiba-tiba dia up sedangkan saya itu gak bisa lihat. Kecuali saya pakai akun yang baru bikinn. Saya itu baru bikin akun Instagram, TikTok baru itu buat mantau dia. Karena akun saya itu di blokir sampai sekarang,” kata Anggi.

Peristiwa ini bermula pada 23 Januari lalu, saat Anggi menghubungi P untuk mempromosikan usahanya di Karangbahagia. Anggi memilih P karena merasa basis pengikut atau follower si influencer sesuai dengan target pasarnya. Anggi menceritakan mulanya, P meminta harga Rp 15 juta untuk biaya endorsement, namun setelah proses negosiasi yang alot, keduanya sepakat di angka Rp 1 juta untuk konten kunjungan (visit) dan unggah video di TikTok pada hari yang sama dengan acara pembukaan, yakni 29 Januari.

Baca Juga:Target Pengumpulan Zakat Baznas Karawang Capai 3 Miliar Rupiah, Fokus Pada Penjemputan Zakat di Bank dan PoskoKomisi II DPRD Karawang Monitoring Penggunaan Air, Pajak dan IMTA di PT Calbee Wings Food

“Tujuan saya kerja sama itu sebenarnya karena dia basicnya di Cikarang dan pengikutnya banyak di sini. Saya ingin masyarakat tahu ada tempat makan baru. Awalnya semua normal, kita bayar lunas, dia datang visit juga,” ujar Anggi

Masalah muncul ketika Pandu tidak mengunggah konten pada hari yang disepakati yakni H+1 setelah kunjungan. Padahal, kontrak tersebut berkaitan erat dengan masa promo harga Grand Opening. Alih-alih mengunggah video pesanan Anggi, Pandu justru mengunggah konten berita banjir.

Saat ditagih, yang bersangkutan berdalih sedang sakit dan meminta dilakukan pengembalian dana (refund). Namun, setelah kesepakatan refund diambil, keberadaan Pandu justru menghilang.

“Saya sudah ke rumahnya sampai lima kali. Empat kali tanggapannya masih bagus, tapi yang kelima saya benar-benar diusir sama orang tuanya. Padahal saya ke situ cuma mau nagih uang saya kembali,” ungkapnya.

Lantaran kontaknya diblokir oleh si influencer, Anggi akhirnya mengunggah curhatan di media sosial. Tak disangka, unggahan tersebut viral dan mengungkap fakta mengejutkan. Anggi bukan satu-satunya korban. Hingga kini, setidaknya ada lima korban lain dengan modus serupa yang muncul ke media sosial.

0 Komentar