Arah Serangan Amerika Serikat ke Iran Dinilai Tak Jelas, Pernyataan Trump dan Sekutu Saling Bertentangan

Donald Trump
Arah serangan AS ke Iran dinilai tak konsisten. Pernyataan Donald Trump dan sekutunya saling bertentangan soal tujuan dan durasi operasi militer.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Ketidakjelasan arah kebijakan militer Amerika Serikat terhadap Iran semakin menjadi sorotan sejak dimulainya serangan udara pada Sabtu (28/2/2026).

Dalam kurun waktu kurang dari 48 jam, pernyataan Presiden AS Donald Trump dan para sekutunya justru menampilkan narasi yang saling bertentangan terkait tujuan dan durasi operasi militer tersebut.

Situasi ini memicu kebingungan di kalangan pengamat internasional, terutama mengenai niat Washington dalam mengakhiri konflik yang telah mengguncang kawasan Timur Tengah dan menewaskan sedikitnya tiga anggota militer AS.

Baca Juga:Warga Cikarang Timur Nyaris Jadi Korban Perampasan Motor Berkedok Ngaku Aparat Siber PolriAli Khamenei Enggan Evakuasi Sebelum Serangan Bombardir, Pilih Tetap Bersama Rakyat Iran

Laporan Wall Street Journal menyebutkan bahwa hanya dalam dua hari, pemerintah AS menawarkan setidaknya dua sasaran berbeda.

Di satu sisi, operasi militer disebut bertujuan menekan ancaman strategis Iran, namun di sisi lain muncul kembali narasi perubahan rezim yang sebelumnya sempat ditepis.

Pada Minggu (1/3/2026) pagi, Senator Lindsey Graham, yang dikenal sebagai sekutu dekat Trump, menegaskan bahwa serangan AS tidak diarahkan untuk menjatuhkan pemerintahan Teheran.

“Tujuan utama kami adalah melemahkan kemampuan nuklir dan rudal Iran, bukan mengganti rezim,” ujar Graham Dikutip dari Reuters Rabu, (4/3/2026).

Pernyataan tersebut bahkan sempat diperkuat oleh pihak Gedung Putih, yang menyebut operasi ini sebagai langkah strategis terbatas.

Namun, pernyataan itu tak bertahan lama. Dalam wawancara dengan The Atlantic, Trump justru menyatakan dirinya terbuka untuk berdialog langsung dengan kepemimpinan Iran saat ini.

“Saya tidak menutup kemungkinan berbicara dengan mereka, selama tuntutan Amerika dipenuhi,” kata Trump.

Baca Juga:Klasemen Liga 1 Memanas, Persija Menggantungkan Asa dari Duel Persib vs PersebayaPersib Pede Tantang Persebaya di GBT, Adam Alis: Mental Tim Sedang Naik

Akan tetapi, hanya beberapa jam setelah wawancara tersebut, Trump kembali menggunakan narasi keras seperti saat pengumuman awal serangan udara.

Hal ini memunculkan kesan inkonsistensi dalam arah kebijakan luar negeri AS.

Ketidakpastian juga terlihat dalam estimasi durasi operasi militer. Melalui unggahan di media sosial pada Sabtu, Trump menyebut serangan ini akan berlangsung “selama seminggu atau lebih.” Namun, sehari kemudian ia mengatakan kepada Daily Mail bahwa konflik tersebut berpotensi berlangsung hingga empat pekan.

“Ini bisa selesai cepat, tapi bisa juga memakan waktu beberapa minggu,” ujar Trump kepada media tersebut.

0 Komentar