KBEONLINE.ID – Industri subsektor ekonomi kreatif di Kabupaten Karawang menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Berdasarkan data DPMPTSP Provinsi Jawa Barat, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karawang mencatat nilai investasi sektor ekonomi kreatif mencapai Rp 4,46 triliun.
Angka tersebut merupakan bagian dari total investasi industri kreatif Jawa Barat yang menembus Rp 53,3 triliun pada tahun 2025.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparpora Kabupaten Karawang, Fazriyan Wardani Adhitya, menyampaikan bahwa capaian tersebut turut berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Hingga saat ini, sebanyak 3.488 orang tercatat bekerja di industri subsektor ekonomi kreatif di Karawang.
Baca Juga:Buka Puasa Mewah di Karawang! Ini 3 Hotel dengan Menu Asia, Mediterania hingga Timur Tengah yang Wajib Dicoba5 Makanan Terlarang Saat Sahur, Bisa Bikin Puasa Lemas dan Cepat Haus
“Sebanyak 3.488 tenaga kerja tersebut tersebar di 12 subsektor dari total 17 subsektor ekonomi kreatif yang ada,” ujar Adhitya.
Ia menjelaskan, subsektor kuliner menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan jumlah 1.639 orang. Posisi berikutnya ditempati subsektor kriya sebanyak 1.394 orang dan fesyen 206 orang.
Selain itu, subsektor penerbitan menyerap 114 tenaga kerja dan desain komunikasi visual 57 orang. Sementara subsektor aplikasi menyerap 37 orang, film, animasi, dan video 20 orang, serta periklanan 13 orang.
“Untuk desain interior dan arsitektur masing-masing tiga orang, seni pertunjukan satu orang, serta televisi dan radio satu orang,” jelasnya.
Dari sisi nilai investasi, subsektor aplikasi mencatat angka tertinggi, yakni mencapai Rp 3 triliun. Nilai tersebut menjadi penyumbang terbesar dalam struktur investasi ekonomi kreatif di Karawang.
“Investasi terbesar memang berada di subsektor aplikasi. Hal ini tidak terlepas dari berdirinya sejumlah perusahaan besar di Karawang yang bergerak di bidang teknologi dan pusat data,” katanya.
Beberapa perusahaan tersebut di antaranya PT. Microsoft Operations Indonesia, PT. Amazon Data Services Indonesia, serta PT. Datacenter Indonesia Sukses Makmur, beserta sejumlah perusahaan lain yang bergerak di bidang aplikasi dan teknologi digital.
Baca Juga:Persija Gagal Tempel Ketat Persib di Puncak Klasemen, Borneo FC Selamat Lewat Gol Dramatis di Injury TimeSimulasi Jika Bom Nuklir Meledak di Jakarta, Seberapa Parah Dampaknya?
Selain aplikasi, subsektor kriya juga mencatat nilai investasi sebesar Rp 845 miliar, disusul kuliner sebesar Rp 465 miliar. Ketiga subsektor ini dinilai menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Karawang.
Lebih lanjut, Adhitya menyampaikan bahwa selama Tahun 2025 kontribusi nilai investasi industri ekonomi kreatif terhadap total nilai investasi daerah Karawang yang mecapai 70,77 triliun, yakni sebesar 6,3 %. Kami memproyeksikan di Tahun 2026 kontribusinya dapat meningkat menjadi 6,5 %. Industri subsektor ekonomi kreatif diharapkan menjadi salah satu new engine growth dalam mencapai target peningkatan pertumbuhan ekonomi di Karawang.
