kbeonline.id – Hasil utama pekan ke-24 BRI Super League 2025-2026 langsung memberi pesan jelas: persaingan papan atas kian ketat. Duel klasik antara Persebaya Surabaya dan Persib Bandung berakhir imbang 2-2, sementara kejutan besar datang dari Makassar saat Persita Tangerang mempermalukan PSM Makassar dengan skor 4-2.
Bagi pembaca yang ingin jawaban cepat: Persib tetap aman di puncak klasemen, Persebaya menjaga asa di lima besar, dan Persita sukses menjauh dari zona bawah.
Persebaya vs Persib: Laga Keras, Skor Seimbang di Gelora Bung Tomo
Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo benar-benar terasa seperti malam klasik. Sejak menit awal, Persebaya dan Persib bermain terbuka, saling menekan tanpa banyak kompromi.
Baca Juga:Bruno Moreira Ajak Persebaya Lupakan Masa Lalu, Fokus Rebut Tiga Poin di KandangPersis Solo Akhirnya Pecah Telur: Kemenangan Kandang Perdana Setelah 23 Pekan
Persib yang datang dengan status pemuncak klasemen sempat unggul lebih dulu. Namun, bermain di depan ribuan pendukungnya sendiri, Bajul Ijo menunjukkan karakter. Tekanan demi tekanan akhirnya berbuah gol penyeimbang, membuat pertandingan berjalan seperti tarik tambang—siapa lengah, dia terseret.
Skor 2-2 bertahan hingga peluit akhir. Hasil ini mungkin terasa “biasa” di atas kertas, tetapi dampaknya besar. Persib tetap nyaman di puncak karena pesaing terdekatnya terpeleset, sementara Persebaya mengantongi satu poin penting untuk menjaga posisi di papan atas.
Dampak ke Klasemen: Persib Aman, Persebaya Tetap Menempel
Tambahan satu poin membuat Persib masih kokoh di posisi teratas. Keuntungan Maung Bandung bertambah karena Persija Jakarta juga gagal meraih kemenangan usai ditahan Borneo FC.
Sementara itu, Persebaya boleh sedikit lega. Meski gagal menang di kandang, hasil imbang ini cukup untuk menjaga mereka tetap bersaing di zona lima besar, sebuah area yang kini padat seperti lalu lintas jam pulang kantor.
Kejutan di Makassar: Persita Tampil Klinis, PSM Tersungkur
Drama lain tersaji di Stadion Gelora B.J. Habibie. PSM Makassar yang tampil sebagai tuan rumah justru kewalahan menghadapi serangan balik cepat Persita.
Pendekar Cisadane bermain efektif dan tanpa banyak sentuhan berlebihan. Setiap celah di lini belakang PSM dimanfaatkan dengan presisi, hingga skor 4-2 tercipta. Kekalahan ini terasa menyakitkan bagi Juku Eja, terlebih karena terjadi di depan publik sendiri.
