KBEONLINE.ID KARAWANG – Industri film horor Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran film komedi horor terbaru berjudul Setannya Cuan. Film produksi RADEPA BLACK bekerja sama dengan ATLAS PIXEL ini resmi mengganti judul dari “Djoerig Salawe (Setan Dua Lima)” menjadi “Setannya Cuan”. Pergantian judul tersebut disebut sebagai bentuk penyegaran sekaligus “surat cinta” bagi pecinta horor-komedi Tanah Air.
Produser Eksekutif dr. Robby Hilman Maulana menjelaskan, perubahan judul bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan representasi realitas sosial saat ini.
“Kami ingin memotret fenomena ketika urusan ‘cuan’ atau uang bisa mendorong orang mengambil jalan pintas, bahkan sampai berurusan dengan hal-hal mistis,” ujarnya pada Rabu (4/3).
Baca Juga:Prestasi Internasional! Summarecon Crown Gading Raih Penghargaan Properti Bergengsi AsiaWarga Karawang Wajib Waspada! Kebakaran Justru Banyak Terjadi Saat Jam Sahur
Film ini mengangkat fenomena klenik angka keberuntungan “salawe” atau dua puluh lima yang pernah populer di masyarakat. Cerita dikemas dengan pendekatan jenaka tanpa meninggalkan unsur horor. Produser Avesina Soebli menegaskan bahwa film ini ingin menghadirkan pengalaman menonton yang guyub.
“Penonton bisa kaget bersama, lalu tertawa bersama. Itu sensasi yang ingin kami hidupkan kembali,” katanya.
Senada dengan itu, salah satu pemain Fico Fachriza menyebut film ini tidak dibuat untuk menggurui.
“Kami tidak ingin mendikte penonton soal pesan moral. Silakan ambil makna masing-masing. Tujuan utama kami adalah menghibur,” ujarnya. Ia menambahkan, horor dalam film ini menjadi metafora ambisi manusia yang ingin cepat kaya.
Film Setannya Cuan dijadwalkan tayang serentak pada 5 Maret 2026 di seluruh jaringan bioskop Indonesia. Perilisan yang bertepatan dengan bulan Ramadan diharapkan menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan tawa berjamaah di dalam bioskop, sebagai warna berbeda di tengah tren horor yang cenderung serius,” kata Jay Sukmo, sutradara lainnya.
Aktris Tissa yang memerankan karakter Nenden mengaku merasakan tantangan tersendiri selama proses produksi.
Baca Juga:O! Save! Minimarket Harga Miring yang Bikin Dompet Aman di Tengah Lonjakan HargaLUAR BIASA, Investasi Industri Ekonomi Kreatif Karawang Tembus Rp 4,46 Triliun dengan 3.488 Tenaga Kerja
“Chemistry antarpemain itu tidak instan. Kami sering berkumpul di luar jadwal syuting, belajar logat dan bahasa Sunda supaya terasa natural,” ungkapnya.
