Warga Cikarang Timur Nyaris Jadi Korban Perampasan Motor Berkedok Ngaku Aparat Siber Polri

Ilustrasi transaksi COD motor yang rawan disalahgunakan dengan modus mengaku aparat di wilayah Cikarang Timur.
Ilustrasi transaksi COD motor yang rawan disalahgunakan dengan modus mengaku aparat di wilayah Cikarang Timur.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Curhatan viral di media sosial menghebohkan warga Cikarang Timur.

Seorang pengguna Facebook dengan akun scenicGrafefruit457 mengaku hampir menjadi korban perampasan sepeda motor dengan modus Cash On Delivery (COD), Rabu (4/3/2026).

Dalam unggahannya, korban menuturkan bahwa ia bersama sang istri awalnya tertarik pada iklan tukar tambah motor PCX yang muncul di Facebook.

Baca Juga:Ali Khamenei Enggan Evakuasi Sebelum Serangan Bombardir, Pilih Tetap Bersama Rakyat IranKlasemen Liga 1 Memanas, Persija Menggantungkan Asa dari Duel Persib vs Persebaya

Setelah berkomunikasi lebih lanjut melalui WhatsApp, keduanya sepakat untuk melakukan transaksi COD.

Berdasarkan keterangan dan dokumentasi yang dibagikan, pertemuan dijadwalkan di Jalan Jenderal Urip Sumoharjo No. 77, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

Namun setibanya di lokasi, situasi berubah mencekam. Korban mengaku tiba-tiba dihadang oleh lima orang atau lebih yang mengaku sebagai anggota Divisi Siber Polri.

“Motornya sama-sama hanya ada STNK. Begitu sampai, saya dan istri langsung dihadang lima orang atau lebih yang ngaku Divisi Cyber Polri,” tulis akun tersebut, dikutip Rabu (4/3/2026).

Tak berhenti di situ, korban dan istrinya disebut dipaksa ikut ke Polsek dengan dalih pendataan. Kejadian tersebut berlangsung pada sore hari menjelang waktu Magrib.

Situasi semakin memanas ketika kunci kontak motor korban diambil secara paksa.

Korban mengaku sempat terlibat cekcok hingga mengalami kekerasan fisik.

“Istri saya sambil videokan dan hubungi omnya yang lawyer. Saya cekcok karena kunci motor diambil paksa, kepala saya sempat digepruk pakai helm sampai kacanya patah dari dudukan,” lanjutnya.

Baca Juga:Persib Pede Tantang Persebaya di GBT, Adam Alis: Mental Tim Sedang NaikRamon Tanque Panaskan Laga di GBT, Persebaya Waspadai Ketajaman Lini Depan Persib

Korban juga menyesalkan sikap satpam serta warga sekitar lokasi yang dinilai tidak berupaya melerai atau memberikan bantuan, meski sempat menanyakan kelengkapan surat kendaraan.

Tak lama kemudian, sebuah sepeda motor berwarna hitam dengan atribut polisi disebut datang ke lokasi.

Namun korban memilih menyelamatkan diri karena istrinya sudah lebih dulu menghubungi pihak keluarga yang berprofesi sebagai pengacara.

“Nggak lama datang motor hitam tulisan apa? Yap, polisi. Tapi saya keburu kabur. Hati-hati mau Lebaran, semoga bisa jadi pelajaran. Stay safe, kawan-kawan,” tulisnya.

Curhatan tersebut kemudian dibagikan ke sejumlah grup jual beli motor di Facebook dan menuai ratusan komentar.

0 Komentar