Ia menambahkan, langkah antisipasi sederhana seperti menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah juga bisa membantu meminimalkan risiko. “Kalau memungkinkan, sediakan APAR sebagai langkah awal penanganan sebelum api membesar,” tambahnya.
Ia juga memastikan kesiapsiagaan personel selama Ramadan tetap optimal. “Kami siaga 24 jam untuk melayani masyarakat. Namun tentu kami berharap tidak ada kejadian yang mengharuskan kami turun ke lokasi,” tegasnya.
Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kesadaran bersama, risiko kebakaran diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin. Peran aktif masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya musibah.
Baca Juga:O! Save! Minimarket Harga Miring yang Bikin Dompet Aman di Tengah Lonjakan HargaLUAR BIASA, Investasi Industri Ekonomi Kreatif Karawang Tembus Rp 4,46 Triliun dengan 3.488 Tenaga Kerja
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat Karawang dapat lebih berhati-hati dan saling mengingatkan, terutama saat jam sahur,” pungkasnya. (Siska)
