Membeli Perhiasan Baru
Sebagian orang juga memiliki kebiasaan membeli perhiasan baru menjelang Lebaran sebagai bagian dari penampilan saat bersilaturahmi. Emas sering dianggap sebagai simbol kemewahan yang membuat seseorang terlihat lebih percaya diri.
Padahal harga emas biasanya berada pada posisi tinggi menjelang hari raya. Menggunakan koleksi perhiasan lama sebenarnya sudah cukup, karena keindahan seseorang tidak hanya ditentukan oleh perhiasan yang dikenakan.
Belanja Bahan Makanan Berlebihan
Menjelang Lebaran, banyak orang melakukan belanja bahan makanan dalam jumlah besar karena khawatir pasar atau supermarket akan tutup. Akibatnya kulkas penuh dengan berbagai bahan makanan yang belum tentu semuanya digunakan.
Baca Juga:Bupati Karawang Tegaskan Perusahaan Wajib Bayarkan THR Tepat WaktuBazar UMKM Dekranasda Karawang Dibuka! 50 Tenan Siap Pamerkan Produk Lokal
Kebiasaan ini justru berisiko membuat sebagian bahan makanan terbuang karena membusuk atau kedaluwarsa. Belanja secara bertahap dan sesuai kebutuhan jauh lebih bijak dibandingkan membeli terlalu banyak sekaligus.
Terlalu Fokus pada Konten Media Sosial
Di era media sosial, sebagian orang merasa perlu menampilkan momen Lebaran yang terlihat sempurna di internet. Mulai dari menyewa fotografer hingga membeli berbagai properti dekorasi hanya demi menghasilkan foto yang terlihat estetik.
Padahal momen terbaik Lebaran adalah ketika keluarga benar-benar menikmati kebersamaan tanpa gangguan kamera. Mengurangi fokus pada konten media sosial dapat membuat suasana silaturahmi terasa lebih hangat dan bermakna.
Pada akhirnya, Lebaran bukanlah tentang seberapa mewah perayaan yang dilakukan. Yang jauh lebih penting adalah menjaga kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta mengelola keuangan keluarga dengan bijak agar kehidupan setelah Lebaran tetap berjalan dengan tenang.
