KBEONLINE.ID – Di tengah deretan kuliner legendaris Kota Bandung, Cendol Elizabeth menjadi salah satu minuman tradisional yang namanya begitu melekat di hati pecinta kuliner. Rasanya yang segar, manis, dan gurih membuat banyak orang rela antre hanya untuk menikmati semangkuk cendol yang sudah eksis puluhan tahun ini.
Namun di balik popularitasnya, Cendol Elizabeth memiliki kisah sederhana yang bermula dari usaha kecil keluarga.
Bermula dari Usaha Rumahan
Cendol Elizabeth pertama kali dikenal sekitar tahun 1970-an di Bandung. Awalnya, cendol ini dijual secara sederhana oleh sebuah keluarga dengan resep tradisional khas Sunda. Minuman ini dibuat dari tepung beras yang dibentuk menjadi butiran cendol hijau, kemudian disajikan dengan santan segar dan gula merah cair.
Baca Juga:Orang Tua Wajib Tahu! Ini 8 Sekolah Kedinasan Gratis! Lulusannya Berpeluang Besar Langsung Jadi CPNSKABAR BAIK Tunjangan Profesi Guru Cair Lebaran! Estimasi SKTPG Terbit 9–12 Maret 2026
Nama “Elizabeth” sendiri bukan berasal dari nama makanan, melainkan karena lokasi tempat berjualannya yang berada di sekitar Jalan Otto Iskandardinata, dekat kawasan pertokoan dan Hotel Elizabeth di Bandung. Sejak saat itu, masyarakat mulai menyebutnya sebagai Cendol Elizabeth untuk membedakan dari penjual cendol lainnya.
Rahasia Rasa yang Bertahan Puluhan Tahun
Yang membuat Cendol Elizabeth tetap digemari hingga sekarang adalah konsistensi rasa tradisionalnya. Cendol dibuat dengan bahan sederhana namun berkualitas, seperti:
• Santan segar yang gurih
• Gula aren asli yang dimasak hingga kental
• Cendol lembut berwarna hijau alami
• Es serut yang membuatnya semakin menyegarkan
Perpaduan rasa manis dan gurih tersebut membuat minuman ini cocok dinikmati kapan saja, terutama saat cuaca panas.
Jadi Destinasi Wajib Wisata Kuliner
Seiring waktu, Cendol Elizabeth berkembang dari sekadar jajanan pinggir jalan menjadi salah satu destinasi kuliner legendaris di Bandung. Banyak wisatawan dari luar kota sengaja datang untuk mencicipi minuman tradisional ini.
Tak sedikit pula yang menjadikan Cendol Elizabeth sebagai bagian dari nostalgia masa kecil, karena rasanya yang dianggap tidak berubah sejak dulu.
Kini, Cendol Elizabeth bukan hanya sekadar minuman segar, tetapi juga bagian dari sejarah kuliner Bandung yang berhasil bertahan di tengah gempuran minuman modern.
