Dari Lahan Hibah ke 140 Ribu Rumah Rakyat di Cikarang 

Program Prioritas Presiden 3 Juta Rumah
Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, jajaran pemerintah daerah, Pendiri dan Ketua Organisasi Kelompok Lippo Mochtar Riady, serta Pendiri dan Ketua Pembina Yayasan Pelita Harapan James Riady.
0 Komentar

“Saya datang ke KPK dua bulan lalu. Saya tanya, boleh tidak kita bangun? Saya bicara tiga jam dengan Pak Yohanes Tanak. Saya bilang ini soal kepastian hukum,” kata Ara.

Menurut dia, kepastian hukum sangat penting agar pembangunan perumahan dapat berjalan dengan baik. Tanpa kepastian hukum, masyarakat akan ragu membeli rumah, perbankan enggan membiayai, dan pengembang juga tidak berani membangun.

“Kalau KPK bilang tidak, saya tidak akan jalan. Kita hormati hukum,” ujarnya.

Baca Juga:Bupati Karawang Salurkan Insentif bagi Guru Ngaji dan Marbot di Peringatan Nuzulul QuranPerpusda Karawang Jadi Tempat Favorit Warga Ngabuburit Selama Ramadan

Ara menjelaskan proyek pembangunan hunian vertikal di kawasan Meikarta tersebut dapat menghasilkan sekitar 140 ribu unit rumah dari lahan hibah sekitar 30 hektare yang diberikan oleh pendiri Lippo Group, Mochamad Muchtar Riady, bersama keluarganya.

Ia mengatakan pembangunan hunian secara vertikal memungkinkan pemanfaatan lahan lebih efisien. Jika dibangun dalam bentuk rumah tapak, luas lahan yang dibutuhkan bisa mencapai sekitar 1.200 hektare.

Selain proyek di Bekasi, pemerintah juga tengah menyiapkan pembangunan hunian serupa di Depok dengan luas lahan sekitar 45 hektare. Ara menargetkan proyek tersebut dapat mulai dibangun pada Juni mendatang.

“Kita mau kerja cepat. Jangan ada lagi kerja lambat-lambat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ara juga menyampaikan kebijakan baru terkait pembiayaan rumah rakyat. Pemerintah memutuskan memperpanjang tenor cicilan rumah melalui skema TAPERA dari sebelumnya maksimal 20 tahun menjadi 30 tahun.

“Kita naikkan jadi 30 tahun supaya cicilan rakyat tidak berat,” ujarnya.

Ara juga mengapresiasi hibah lahan yang diberikan keluarga Lippo untuk pembangunan rumah rakyat. Jika dihitung dengan harga tanah sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta per meter persegi, nilai lahan 30 hektare tersebut diperkirakan mencapai Rp4,5 triliun hingga Rp6 triliun.

Baca Juga:Polres Karawang Pastikan Perayaan Cap Go Meh 2577 Berjalan Aman dan TertibKisah Mak Iyoh: Puluhan Tahun Menjaga Cita Rasa Jojongkong dan Jalabria di Karawang

“Ini hibah luar biasa. Saya belum pernah dengar ada hibah 30 hektare untuk perumahan rakyat,” katanya.

Ia menambahkan proyek pembangunan hunian tersebut juga mendapat dukungan pembiayaan dari berbagai pihak, termasuk investor dari Tiongkok dan Singapura yang menyatakan minat untuk ikut berinvestasi.

Sementara itu, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, peninjauan lokasi tersebut merupakan langkah awal untuk memastikan pengembangan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah berjalan terencana dan berkelanjutan.

0 Komentar