Desa Indah di Atas Gunung Halimun Sukabumi, Kasepuhan Gelar Alam Jadi Rekomendasi Liburan Lebaran Keluarga

Gelar Alam Sukabumi Tawarkan Budaya Alami
Gelar Alam Sukabumi Tawarkan Budaya Alami
0 Komentar

KBEONLINE.ID SUKABUMI – Jika ingin merasakan suasana liburan yang berbeda sekaligus mengenal budaya Sunda yang masih sangat kental, Kasepuhan Gelar Alam di Kabupaten Sukabumi bisa menjadi pilihan menarik. Desa adat yang berada di kaki Gunung Halimun ini menawarkan pengalaman wisata budaya yang unik dengan pemandangan alam pegunungan yang masih asri.

Kasepuhan Gelar Alam berada di wilayah Kabupaten Sukabumi dengan ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. Lokasinya dapat ditempuh melalui jalur Pelabuhan Ratu. Namun perjalanan menuju desa ini cukup menantang karena jalannya menanjak, curam, dan licin terutama saat musim hujan. Pengunjung disarankan menggunakan kendaraan yang tangguh untuk melewati medan tersebut.

Desa adat ini sebelumnya dikenal dengan nama Cipta Gelar. Pada 2022, seluruh masyarakat secara gotong royong memindahkan pemukiman ke lokasi baru yang kini dikenal sebagai Gelar Alam. Perpindahan tersebut dilakukan menggunakan alat sederhana dan tenaga manusia, mencerminkan kuatnya budaya gotong royong masyarakat setempat.Di desa ini terdapat bangunan utama bernama Imah Gede yang menjadi pusat kegiatan adat sekaligus tempat tinggal pemimpin adat, Abah Ugi. Di tempat inilah biasanya para tamu diterima dan dapat merasakan langsung kehidupan masyarakat adat.

Baca Juga:‎Daripada Tawuran, Polres Metro Bekasi Ajak Remaja Isi Malam Ramadan dengan Night Run‎Hujan Tak Hentikan Semangat! Night Run Polres Metro Bekasi Ramai di Stadion Wibawa Mukti

Kehidupan warga Kasepuhan Gelar Alam masih sangat selaras dengan alam. Masyarakat bertani tanpa menggunakan bahan kimia dan mengikuti kalender adat dalam menentukan waktu bercocok tanam. Tradisi yang paling terkenal adalah Seren Tahun, yakni upacara panen raya yang setiap tahunnya dihadiri ribuan orang, bahkan pengunjung dari mancanegara.

Salah satu hal yang membuat desa ini unik adalah sistem ketahanan pangannya. Di kawasan ini terdapat sekitar 12 ribu lumbung padi atau yang disebut leit. Persediaan padi tersebut bahkan disebut mampu mencukupi kebutuhan pangan warga hingga puluhan tahun. Salah satu lumbung yang paling disakralkan adalah Leit Si Jimat yang dianggap sebagai tabungan bersama masyarakat untuk menghadapi masa sulit.

Suasana di desa ini juga sangat sejuk karena berada di wilayah pegunungan. Rumah-rumah tradisional yang berdiri di sana tidak memerlukan pendingin udara. Namun pengunjung perlu bersiap karena sinyal telepon seluler cukup terbatas. Untuk mengakses internet, biasanya tersedia voucher khusus yang dapat digunakan selama 24 jam.

0 Komentar