KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Pengembang properti terkemuka berstandar internasional Lippo Group resmi menghibahkan tanah seluas 30 hektare kepada pemerintah melalui Danantara sebagai wujud kontribusi mendukung program 3 juta rumah.
Program strategis Presiden Prabowo Subianto ini ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah berupa penyediaan hunian untuk mengatasi backlog perumahan. Lahan 30 hektare ini diproyeksikan mampu membangun 140.000 hunian vertikal, setara 5 persen target nasional 3 juta rumah.
“Alasan kami menghibahkan tanah ini karena mendukung Presiden yang punya hati untuk rakyat,” kata CEO Lippo Group James Riady di Cikarang, Minggu (8/3).
Baca Juga:Ojol Sambut Program Rumah MBR di Cikarang, Minta Cicilan di Bawah Rp1 Juta per BulanDari Lahan Hibah ke 140 Ribu Rumah Rakyat di Cikarang
Hal tersebut disampaikan James Riady saat meninjau lokasi pembangunan bersama Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani serta jajaran pemerintah provinsi dan Kabupaten Bekasi.
Kegiatan peninjauan lokasi dirangkaikan dengan penyerahan simbolis surat hibah laham dari Lippo Group kepada pemerintah sekaligus menandai tahap awal pembangunan.
Dalam kesempatan itu, Lippo Group menyerahkan tiga bidang lahan di kawasan tersebut kepada pemerintah guna mendukung pengembangan kawasan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah, Danantara Indonesia, BUMN dan sektor usaha, inisiatif ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, aman.dan terjangkau,” ujarnya.
Ketua Satgas Perumahan sekaligus Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo mengatakan kebutuhan rumah layak huni di Indonesia masih sangat besar. Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah, terdapat sekitar 9 hingga 15 juta keluarga yang belum memiliki rumah.
Selain itu, sekitar 27 juta rumah tangga masih tinggal di rumah tidak layak huni. Karena itu, program pembangunan rumah menjadi salah satu prioritas pemerintah.
“Program 3 juta rumah per tahun menjadi bagian dari strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga:Bupati Karawang Salurkan Insentif bagi Guru Ngaji dan Marbot di Peringatan Nuzulul QuranPerpusda Karawang Jadi Tempat Favorit Warga Ngabuburit Selama Ramadan
Hashim mengaku sektor perumahan memiliki efek ganda yang besar terhadap pertumbuhan perekonomian nasional. Setiap pembangunan rumah dapat menggerakkan lebih dari 180 sektor industri, mulai dari bahan bangunan hingga perabot rumah tangga.
Selain proyek di lahan hibah tersebut, pemerintah juga menyiapkan sejumlah lokasi lain untuk pembangunan hunian vertikal, termasuk di Depok yang direncanakan memanfaatkan sekitar 45 hektare lahan untuk ratusan ribu unit rumah.
