Ojol Sambut Program Rumah MBR di Cikarang, Minta Cicilan di Bawah Rp1 Juta per Bulan

Program pembangunan rumah MBR buat ojol
Program pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang digagas pemerintah di Cikarang mendapat respons positif dari para pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojek online (ojol).
0 Komentar

KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Program pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang digagas pemerintah di Cikarang mendapat respons positif dari para pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojek online (ojol).

Ketua Grab Militan Kabupaten Bekasi, Arief yang akrab disapa Panglima, menilai program perumahan yang diluncurkan pemerintah sangat bermanfaat bagi kalangan pekerja kelas bawah yang selama ini kesulitan memiliki rumah.

“Setiap orang pasti punya mimpi memiliki tempat tinggal. Dengan adanya program rumah bersubsidi dari pemerintah ini tentu sangat membantu kami, terutama pekerja kelas bawah seperti ojol,” ujar Arief kepada Cikarang Ekspres, Minggu (8/3).

Baca Juga:Dari Lahan Hibah ke 140 Ribu Rumah Rakyat di Cikarang Bupati Karawang Salurkan Insentif bagi Guru Ngaji dan Marbot di Peringatan Nuzulul Quran

Menurut dia, selama ini banyak pengemudi ojek online yang belum mampu membeli rumah karena keterbatasan penghasilan serta tingginya harga properti.

Karena itu, program rumah bersubsidi yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dinilai menjadi peluang bagi para pekerja informal untuk memiliki hunian yang layak.

Meski demikian, Arief berharap pemerintah dapat memastikan skema pembiayaan yang benar-benar terjangkau bagi masyarakat.

Ia mengungkapkan para pengemudi ojol berharap cicilan rumah dapat berada di kisaran di bawah Rp1 juta per bulan agar tidak terlalu membebani penghasilan mereka.

“Tadi kami juga sempat menyampaikan ke Menteri, kalau bisa cicilannya di bawah Rp1 juta. Supaya teman-teman ojol juga mampu membayar,” katanya.

Selain soal cicilan, Arief juga berharap pemerintah dapat mempercepat proses pembangunan serta mempermudah perizinan dan prosedur bagi masyarakat yang ingin mengakses program tersebut.

“Harapan kami sebagai calon penerima manfaat, pembangunan bisa cepat dilaksanakan dan prosedurnya dipermudah supaya rakyat bisa segera merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Baca Juga:Perpusda Karawang Jadi Tempat Favorit Warga Ngabuburit Selama RamadanPolres Karawang Pastikan Perayaan Cap Go Meh 2577 Berjalan Aman dan Tertib

Ia menilai keberadaan hunian vertikal juga dapat memberikan peluang ekonomi bagi pengemudi ojek online. Dengan banyaknya penghuni di satu kawasan, potensi pesanan layanan transportasi maupun pengantaran makanan dinilai akan meningkat.

“Kalau banyak penghuni tentu peluang order juga meningkat. Apalagi tadi kami lihat rencananya akan ada shelter khusus untuk ojek online,” katanya.

Meski tinggal di hunian vertikal dengan banyak penghuni, Arief menilai potensi konflik sosial dapat diminimalkan jika setiap warga mampu menjaga sikap dan saling menghormati.

0 Komentar