“Di mana pun kita tinggal sebenarnya tergantung bagaimana kita membawa diri. Kalau kita saling menghargai, tentu bisa hidup rukun,” ujarnya.
Arief menambahkan, secara pribadi ia membayangkan hunian tersebut akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Meski ukuran unit mungkin terbatas, ia menilai hal itu tetap menjadi pilihan bagi keluarga yang membutuhkan tempat tinggal layak.
“Saat ini yang kami bayangkan tentu lebih nyaman. Walaupun misalnya satu unit hanya satu kamar dan mungkin terbatas untuk keluarga besar, tapi tetap menjadi pilihan bagi kami yang ingin punya rumah,” tandasnya.
Baca Juga:Dari Lahan Hibah ke 140 Ribu Rumah Rakyat di Cikarang Bupati Karawang Salurkan Insentif bagi Guru Ngaji dan Marbot di Peringatan Nuzulul Quran
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah bersama dunia usaha mulai merealisasikan program pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Salah satu langkah nyata dilakukan melalui hibah lahan seluas sekitar 30 hektare dari Grup Lippo untuk pembangunan hunian vertikal yang diperkirakan mampu menampung hingga 140 ribu unit.
Seperti diketahui, peninjauan juga dilakukan sebagai tahap awal dalam rangka mendukung percepatan pelaksanaan Program 3 Juta Rumah yang merupakan bagian dari Program Prioritas Presiden, dimana di atas lahan tersebut akan direncanakan menjadi kawasan pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kegiatan tinjauan lokasi tersebut dihadiri oleh Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, jajaran pemerintah daerah, Pendiri dan Ketua Organisasi Kelompok Lippo Mochtar Riady, serta Pendiri dan Ketua Pembina Yayasan Pelita Harapan James Riady.
Setelah tinjauan lokasi, Kementerian PKP bersama Danantara Indonesia akan melanjutkan proses pematangan konsep pembangunan, termasuk penyusunan skema pengembangan kawasan hunian, mekanisme penentuan harga, serta perumusan konsep dan kriteria pembelian oleh masyarakat berpenghasilan rendah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyampaikan apresiasi kepada pendiri Grup Lippo, Mochamad Muchtar Riady, bersama keluarga yang telah memberikan lahan tersebut untuk mendukung program perumahan rakyat.
“Ini bukan sekadar komitmen, tetapi lahir dari rasa kebersamaan dan kemanusiaan yang luar biasa untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Maruarar dalam sambutannya pada acara Dukungan Program Prioritas Presiden 3 Juta Rumah di Cikarang Pusat, pada Minggu (8/3).
