“Hari ini kita, Polda Metro Jaya sudah menanam di lahan 50 hektare. Dan ini akan dikembangkan dan tanaman di Polda Metro Jaya selain tanaman jagung, ini juga bisa memberikan kontribusi terhadap program MBG,” ucapnya.
“Sesuai dengan instruksi dari Bapak Presiden bahwa lahan yang ditanam selain jagung juga merupakan bagian daripada ekosistem rantai pasok untuk kebutuhan SPPG yang dimiliki oleh Polda Metro Jaya,” sambungnya.
Program penanaman jagung ini dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perusahaan swasta, perkebunan sawit, hingga BUMN perkebunan seperti PTPN. Selain itu, Polri juga bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan melalui pemanfaatan kawasan hutan sosial untuk memperluas lahan tanam.
Baca Juga:Libur Lebaran Murah Meriah! Wisata Edukasi Anak di Taman Sari Forest Bekasi, Semua Serba GocengTak Banyak yang Tahu! 4 Sayuran Ini Bisa Bantu Turunkan Gula Darah, Penderita Diabetes Wajib Tahu
Pada 2026, Polri juga mulai menggandeng bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memberikan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada kelompok tani.
“Pada kesempatan ini juga di tahun 2026 ini ada khasan, kalau 2025 kemarin kita tidak, belum bekerjasama dengan pihak Bank Himbara, tapi tahun 2026 ini kita bekerjasama dengan pihak Himbara yang memberikan KUR kepada kelompok tani,” katanya.
Lebih lanjut, Wakapolri, menegaskan dukunganan pembiayaan tersebut penting untuk memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Ini penting dalam rangka untuk memutus mata rantai tengkulak dan ini juga dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan petani sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” tandas Dedi. (Iky)
