KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Buruh di kawasan industri Kabupaten Bekasi mulai mewaspadai potensi dampak konflik antara Iran dan Israel terhadap sektor industri nasional. Kekhawatiran tersebut terutama berkaitan dengan kemungkinan terganggunya aktivitas ekspor yang dapat berimbas pada keberlangsungan pekerjaan para buruh.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengatakan hingga saat ini dampak konflik di kawasan Timur Tengah tersebut memang belum dirasakan secara signifikan oleh sektor industri dalam negeri. Namun pihaknya tetap melakukan pemantauan intensif untuk mengantisipasi potensi dampak yang lebih luas.
“Kita selalu menunggu dan juga terus melakukan komunikasi dengan beberapa komunitas buruh yang ada di Eropa maupun di Timur Tengah. Yang kami khawatirkan adalah adanya penurunan pesanan dari luar negeri karena perang, sehingga pengiriman logistik dari Indonesia ke negara tujuan menjadi terganggu,” kata Andi Gani di Cikarang Pusat, Senin (9/3).
Baca Juga:94 Masjid di Jalur Mudik Karawang Disiagakan! 11 Jadi Posko Utama Lengkap dengan Tempat IstirahatPersib Bandung Unggul 2-0 atas Persik Kediri di Babak Pertama
Ia menjelaskan, konflik yang berlangsung lama berpotensi menghambat distribusi barang ekspor dari Indonesia ke berbagai negara tujuan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penumpukan produk ekspor di dalam negeri.
“Kalau perang ini berkepanjangan, yang kita takutkan akan terjadi penumpukan stok barang di Indonesia untuk ekspor. Ini tentu menjadi bahaya bagi buruh ke depan,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi perkembangan situasi, lanjut Andi, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan jaringan serikat pekerja internasional yang berada di bawah naungan International Trade Union Confederation (ITUC), federasi serikat pekerja global yang memiliki anggota di ratusan negara.
Melalui komunikasi tersebut, kata Andi Gani, pihaknya berupaya memantau situasi global sekaligus mencari langkah antisipatif agar aktivitas ekspor Indonesia tidak mengalami gangguan serius.
“Kami terus melakukan komunikasi dengan teman-teman serikat buruh dunia. Sampai sekarang memang belum terjadi gangguan yang berat, tetapi kalau perang ini berlangsung satu sampai dua minggu ke depan, saya yakin akan ada pengaruh yang cukup besar,” jelasnya.
