KBEONLINE.ID KARAWANG – Pelayanan kesehatan di RSUD Karawang mulai kembali berjalan secara bertahap setelah sebelumnya sempat terganggu akibat kebakaran pada panel listrik utama rumah sakit.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 5 Februari 2026 sekitar pukul 05.20 WIB. Kebakaran menyebabkan seluruh aliran listrik di rumah sakit padam selama kurang lebih satu hingga dua jam sehingga berdampak pada sejumlah layanan medis, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan beberapa ruang tindakan.
Berkat respons cepat dari petugas pemadam kebakaran, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta dukungan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan pemerintah daerah, api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 15–20 menit. Insiden tersebut juga dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.
Baca Juga:Pesta Gol di Bandung! Persib Hajar Persik 3-0, Maung Bandung Makin Kokoh di Puncak KlasemenBerbagi di Bulan Ramadan, Karang Taruna Cikarang Selatan Sebar Ratusan Takjil
Direktur RSUD Karawang, Andri Saiful Alam, menjelaskan bahwa selama proses pemulihan pihak rumah sakit mengandalkan pasokan listrik dari generator cadangan untuk memastikan layanan di ruang-ruang vital tetap berjalan.
“Selama masa pemulihan kami memanfaatkan genset untuk menjaga operasional di ruang-ruang kritis seperti IGD dan ICU. Pasien yang membutuhkan alat medis khusus menjadi prioritas utama dan terus dipantau oleh tim medis,” ujar Andri pada Senin (9/2/2026).
Memasuki hari keempat setelah kejadian, pihak rumah sakit mengumumkan bahwa layanan IGD kembali dibuka dan mulai beroperasi sejak Minggu (8/2/2026) pukul 22.00 WIB. Meski demikian, beberapa layanan seperti pemeriksaan CT-Scan dan penanganan kegawatdaruratan kebidanan masih belum dapat dijalankan karena proses penyesuaian teknis pada sistem kelistrikan masih berlangsung.
Sementara itu, layanan Instalasi Rawat Jalan kembali dibuka pada Senin (9/2/2026). Layanan Rawat Inap juga sudah mulai beroperasi setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem kelistrikan serta kelayakan alat-alat medis.
Andri turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan darurat hingga pemulihan pascakejadian. Ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah bersabar selama gangguan layanan berlangsung.
“Kami berkomitmen untuk memulihkan seluruh pelayanan kesehatan agar dapat kembali berjalan normal sepenuhnya dalam waktu dekat,” tutupnya.(Aufa)
