KBEONLINE.ID – Menjelang musim mudik Lebaran, banyak pemilik sepeda motor berbondong-bondong melakukan servis agar kendaraan tetap prima saat digunakan perjalanan jauh. Servis memang menjadi langkah penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan berkendara, terutama ketika motor dipakai menempuh jarak ratusan kilometer.
Namun di lapangan, masih banyak kebiasaan perawatan motor yang dipercaya ampuh menjaga performa mesin, padahal sebenarnya tidak memberikan manfaat berarti. Bahkan, beberapa cara yang dianggap “trik bengkel cepat” justru berpotensi merusak komponen mesin jika dilakukan terus-menerus.
Karena itu, pemilik kendaraan perlu memahami perawatan yang benar dan menghindari metode yang hanya terlihat praktis tetapi berisiko dalam jangka panjang. Berikut kebiasaan yang sebaiknya dihindari sebelum mudik.
Baca Juga:Bupati Aep Lantik 9 Kepala Desa Hasil Pilkades Digital di Karawang, Masa Jabatan 8 TahunRekomendasi Mobil Bekas 2026 untuk Mudik Lebaran: Irit, Nyaman, dan Minim Perawatan
Servis Throttle Body Tanpa Dibongkar
Membersihkan throttle body dengan cara menyemprotkan cairan pembersih langsung ke lubang udara tanpa membongkar komponen masih sering dilakukan. Metode ini dianggap lebih cepat karena tidak memerlukan proses pembongkaran yang memakan waktu.
Padahal, cara tersebut justru membuat kotoran yang menempel di throttle body terdorong masuk ke ruang bakar bersama aliran udara. Kotoran yang terbakar dapat meninggalkan residu pada piston dan ruang bakar, sehingga dalam jangka panjang memicu gejala knocking atau mesin ngelitik.
Perawatan yang benar seharusnya dilakukan dengan melepas throttle body terlebih dahulu, lalu membersihkannya secara manual. Cara ini memang lebih lama, namun jauh lebih aman karena kotoran tidak masuk ke bagian internal mesin.
Menggeber Motor Setelah Dicuci
Sebagian pengendara memiliki kebiasaan menggeber motor setelah dicuci dengan tujuan mempercepat proses pengeringan mesin. Banyak yang percaya putaran mesin tinggi mampu mengusir air yang tersisa di sela komponen.
Faktanya, motor modern telah dirancang tahan terhadap cipratan air sehingga tindakan tersebut sebenarnya tidak diperlukan. Air yang tersisa biasanya akan mengering dengan sendirinya melalui panas mesin saat digunakan secara normal.
Menggeber mesin saat kondisi masih dingin justru memberi tekanan berlebih pada komponen internal. Mesin dipaksa bekerja keras sebelum mencapai suhu ideal, yang dapat mempercepat keausan serta menurunkan usia pakai mesin.
