PT Arifa Perdana Mandiri Klarifikasi Pemberitaan dan Sampaikan Permohonan Maaf

PT Arifa Perdana Mandiri
PT Arifa Perdana Mandiri menyampaikan pernyataan klarifikasi sekaligus permohonan maaf terkait pemberitaan di media online mengenai hubungan pekerjaan dengan PT Softpren Industries Indonesia.
0 Komentar

KBEONLINE.ID CIKARANG SELATAN – PT Arifa Perdana Mandiri menyampaikan pernyataan klarifikasi sekaligus permohonan maaf terkait pemberitaan di media online mengenai hubungan pekerjaan dengan PT Softpren Industries Indonesia.

Direktur Utama PT Arifa Perdana Mandiri, Arkhanudin, menjelaskan bahwa informasi yang sebelumnya disampaikan kepada media terkait adanya tagihan pekerjaan yang belum dibayarkan oleh PT Softpren Industries Indonesia belum sepenuhnya mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

“Informasi yang sebelumnya disampaikan kepada media mengenai adanya tagihan pekerjaan yang belum dibayarkan oleh PT Softpren Industries Indonesia merupakan informasi yang belum menggambarkan keseluruhan kondisi yang sebenarnya terjadi antara kedua belah pihak,” ujar Arkhanudin dalam keterangan resminya.

Baca Juga:Bobotoh Blokir Jalur Mudik Pantura di Cikarang Saat Rayakan HUT PersibPesta Gol di Bandung! Persib Hajar Persik 3-0, Maung Bandung Makin Kokoh di Puncak Klasemen

Ia menegaskan, persoalan yang terjadi sejatinya merupakan bagian dari proses pembahasan serta negosiasi administratif yang masih berlangsung antara kedua perusahaan. Proses tersebut dilakukan dalam rangka menyelesaikan administrasi pekerjaan yang tengah dibahas bersama.

Menurut Arkhanudin, penyampaian informasi kepada media sebelum proses pembahasan selesai dapat menimbulkan persepsi yang kurang tepat di tengah masyarakat. Selain itu, hal tersebut juga berpotensi menimbulkan dampak terhadap reputasi PT Softpren Industries Indonesia.

Atas hal tersebut, PT Arifa Perdana Mandiri menyampaikan permohonan maaf kepada PT Softpren Industries Indonesia atas informasi yang sebelumnya disampaikan kepada media dan dinilai belum menggambarkan kondisi secara menyeluruh.

Sementara itu, salah seorang kuasa hukum PT Arifa Perdana Mandiri, Mahfud Siddik, juga menyampaikan permohonan maaf kepada PT Yamaha atas penyebutan nama perusahaan tersebut dalam pemberitaan sebelumnya.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada PT Yamaha atas penyebutan nama PT Yamaha dalam pemberitaan tersebut. Kami tegaskan bahwa PT Yamaha tidak memiliki keterkaitan maupun keterlibatan dalam permasalahan administrasi pekerjaan antara PT Arifa Perdana Mandiri dan PT Softpren Industries Indonesia,” kata Mahfud Siddik.

Ia menambahkan, persoalan yang terjadi murni merupakan hubungan pekerjaan antara PT Arifa Perdana Mandiri dan PT Softpren Industries Indonesia yang saat ini sedang diselesaikan secara musyawarah oleh kedua belah pihak.

Ke depan, PT Arifa Perdana Mandiri berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna memperbaiki dampak dari pemberitaan yang telah beredar. Langkah tersebut di antaranya melalui klarifikasi kepada media serta perbaikan atau penghapusan pemberitaan yang dinilai tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.

0 Komentar