Bupati Aep Pastikan Kesiapan Jalur Mudik Karawang Mulus Tanpa Lobang

Bupati Aep
Bupati Aep melepas mudik gratis Pemkab Karawang.
0 Komentar

Program mudik gratis tahun ini menyediakan 23 armada bus yang mengangkut sekitar 1.930 peserta. Seluruh kendaraan telah melalui pemeriksaan kelayakan guna memastikan keselamatan selama perjalanan.

“Armada sudah kami pastikan dalam kondisi baik, bahkan kami lakukan pengecekan ulang untuk memastikan keamanan,” kata Aep.

Adapun tujuan mudik mencakup berbagai daerah di Pulau Jawa, seperti Surabaya, Solo, Yogyakarta, Semarang, hingga Purwokerto, serta beberapa wilayah di Jawa Barat seperti Garut, Kuningan, Cirebon, dan Indramayu.

Baca Juga:Menaker Yassierli Tinjau Langsung Posko Peduli K3 Mudik, Pastikan Para Sopir Sehat demi Mudik AmanBerbagi Bahagia di Bulan Ramadan, Mojang Jajaka Karawang Hadirkan Senyuman untuk Yatim dan Dhuafa

Aep mengungkapkan bahwa rute Surabaya menjadi tambahan baru pada tahun ini, seiring tingginya permintaan masyarakat terhadap tujuan tersebut.

“Tahun lalu belum ada rute Surabaya, sekarang alhamdulillah sudah tersedia,” ujarnya.

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari cepatnya kuota pendaftaran yang habis dalam waktu singkat. Untuk pemerataan, pemerintah membatasi jumlah peserta maksimal lima orang dalam satu pendaftaran.

“Dalam waktu dua jam saja kuota langsung habis. Maka kami batasi maksimal lima orang per pendaftar agar lebih merata,” jelasnya.

Melalui program ini, pemerintah berharap masyarakat tidak lagi menggunakan sepeda motor untuk mudik jarak jauh karena berisiko tinggi terhadap kecelakaan dan kelelahan.

Selain itu, Aep juga memastikan bahwa para sopir telah menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk tes urine, untuk menjamin keselamatan perjalanan.

“Alhamdulillah sopir dan kendaraan semuanya dalam kondisi aman,” tegasnya.

Baca Juga:Para Pemudik Motor Wajib Tahu, Satu Detik yang Bisa Menyelamatkan di PersimpanganJebakan THR untuk Para Bupati, Jangan Coba-coba Minta Jatah

Di sisi lain, Pemkab Karawang memutuskan tidak menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara selama periode mudik. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal.

“Karawang ini jalur lintasan dan pelayanan publik tetap harus berjalan, jadi kami tetap bekerja sampai hari Selasa,” pungkas Aep.(Aufa)

0 Komentar