KBEonline – Festival Ngadulag dan Takbir Keliling tingkat Kabupaten Karawang berlangsung meriah dengan partisipasi dari 30 kecamatan.
Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi simbol hidupnya kembali tradisi yang sempat memudar.
Ribuan masyarakat terlihat memadati tiga titik lokasi acara, menikmati suasana malam takbiran yang penuh semangat namun tetap tertib.
Baca Juga:Festival Ngadulag dan Takbir Keliling Bangkitkan Tradisi Islam Karawang, Dibuka Bupati Aep di Tiga LokasiDijaga Banser NU, Salat Idul Fitri Muhammadiyah di Tambun Lancar
Penampilan arak dulag dari tiap kecamatan sukses menarik perhatian berbagai kalangan, menciptakan suasana yang meriah sekaligus kondusif.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang kerap diwarnai perilaku negatif, malam takbiran kali ini berubah menjadi lebih positif, terarah, serta sarat nilai budaya dan keagamaan.
Salah satu peserta, Udin Puyuh dari Kecamatan Telukjambe Barat, Desa Margakaya, mengungkapkan rasa bangganya dapat berpartisipasi dalam acara tersebut. Ia mengikuti festival setelah ditunjuk sebagai perwakilan kecamatan.
“Awalnya saya juga tidak tahu apa-apa, tapi karena diminta perwakilan dari kecamatan, ya saya ikuti saja.”
Kelompoknya memilih mempertahankan keaslian dengan menggunakan alat musik tradisional tanpa sentuhan modern. Instrumen yang digunakan berasal dari bahan alami seperti dulag, kohkol, serta peralatan sederhana lainnya.
“Saya tidak pakai yang mewah-mewah. Ini asli dulag, alami yang penting takbir dan tetap tradisional.”
Meski tampil sederhana, ia tetap berharap bisa meraih kemenangan, walaupun yang utama adalah berpartisipasi dalam memeriahkan malam takbiran.
“Harapannya ya menang, walaupun kita tampil alami.”
Baca Juga:Tenang, Lebaran Listrik Aman, PGE Pastikan Energi Panas Bumi Cukup untuk Pasokan NasionalDewan Pakar MD KAHMI Karawang Apresiasi Kepemimpinan Bupati Karawang Selama Ramadhan
Ia juga menuturkan bahwa festival ini mengingatkannya pada tradisi serupa di masa lalu yang sempat hilang.
“Dulu saya pernah ikut sekitar tahun 90-an… sekarang dibangkitkan lagi. Alhamdulillah, ini bagus sekali.”
Menurutnya, kegiatan ini membawa dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam menjaga ketertiban dan memberikan arah yang lebih jelas dalam merayakan malam takbiran.
“Sekarang alhamdulillah lebih tertib, ada bimbingan, ada kegiatan yang jelas.”
Festival ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperkuat kebersamaan sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi dan spiritual di tengah masyarakat Karawang.(Aufa)
