KBEONLINE.ID – Kesadaran tentang pentingnya mengelola keuangan sering kali datang terlambat. Banyak orang baru memahami arti menabung, mengatur pengeluaran, hingga investasi setelah menghadapi tekanan ekonomi di usia dewasa. Padahal, kemampuan finansial merupakan keterampilan hidup yang sama pentingnya dengan pendidikan akademik, namun masih jarang diajarkan secara praktis di sekolah.
Kurangnya literasi keuangan membuat sebagian generasi muda belajar melalui pengalaman—bahkan kesalahan—seperti gaya hidup konsumtif, penggunaan utang tanpa perencanaan, hingga tidak memiliki dana darurat. Para pakar keuangan menilai bahwa pemahaman finansial idealnya dibangun secara bertahap sesuai fase usia agar seseorang memiliki fondasi ekonomi yang kuat sejak dini.
Berikut gambaran ilmu keuangan yang seharusnya dipahami berdasarkan tahapan umur.
Usia 16–19 Tahun: Membangun Fondasi dan Kebiasaan Finansial
Pada fase remaja, tujuan utama bukanlah menjadi kaya, melainkan memahami konsep dasar uang. Di usia ini, seseorang perlu mulai mengenal cara kerja keuangan sederhana seperti menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memahami nilai dari proses menghasilkan uang.
Baca Juga:Inovasi Ramah Lingkungan: Kantong dari Singkong Ini Bisa Terurai dan Jadi Makanan IkanSatpol PP Karawang Imbau PKL Bongkar Lapak Usai Lebaran, Total 259 Lapak Didata di Jalur Mudik
Membuka rekening tabungan sendiri menjadi langkah awal untuk melatih tanggung jawab finansial. Selain itu, remaja juga dianjurkan mulai memiliki tujuan finansial kecil, seperti menabung untuk membeli barang tertentu tanpa bergantung sepenuhnya pada orang tua.
Pemahaman awal mengenai kredit dan utang juga penting agar generasi muda tidak salah langkah ketika memasuki usia produktif. Kebiasaan kecil yang dibangun di fase ini sering kali menentukan kondisi finansial di masa depan.
Usia 20–29 Tahun: Membangun Pondasi Keuangan yang Kuat
Memasuki usia produktif, tantangan finansial mulai nyata karena sebagian besar orang sudah memiliki penghasilan sendiri. Pada fase ini, kemampuan membuat anggaran bulanan menjadi kunci agar pemasukan tidak habis tanpa arah.
Membangun dana darurat menjadi prioritas utama sebelum memikirkan gaya hidup atau investasi besar. Dana darurat berfungsi sebagai perlindungan ketika terjadi kondisi tak terduga seperti kehilangan pekerjaan atau kebutuhan medis mendadak.
Selain itu, mulai berinvestasi sejak dini memberikan keuntungan waktu melalui efek pertumbuhan jangka panjang. Di sisi lain, penting juga menghindari utang konsumtif berbunga tinggi serta mulai membangun skor kredit yang sehat untuk kebutuhan masa depan.
