KBEONLINE.ID – Tradisi Ngadu Bedug merupakan hiburan rakyat khas masyarakat yang digelar setelah perayaan Idulfitri. Ngadu Bedug memiliki ciri khas tersendiri karena menggunakan meriam karbit sebagai penghasil suara dentuman keras yang menggema layaknya bedug raksasa. Tradisi ini menjadi simbol kegembiraan sekaligus ajang silaturahmi warga setelah menjalani bulan Ramadan.
Di wilayah Bogor, khususnya Bogor Timur, tradisi ini memiliki ciri khas tersendiri karena menggunakan meriam karbit sebagai penghasil suara dentuman keras yang menggema layaknya bedug raksasa. Kegiatan ini menjadi simbol kegembiraan sekaligus ajang silaturahmi warga setelah menjalani bulan Ramadan.
Asal Usul Tradisi Ngadu Bedug Karbit
Awalnya, masyarakat hanya ingin merayakan Lebaran dengan hiburan sederhana yang melibatkan seluruh warga kampung. Karena keterbatasan alat musik besar, warga memanfaatkan bahan alam seperti batang pohon randu dan kelapa untuk dibuat menjadi meriam tradisional.
Baca Juga:Kenapa Ada Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur di Pulau Jawa? Begini Sejarah Lengkap yang Jarang DiketahuiBanyak Orang Telat Sadar: Ilmu Uang Ini Seharusnya Dipelajari Sejak Sekolah
Meriam tersebut diisi campuran karbit dan air yang menghasilkan gas, lalu disulut api hingga menimbulkan suara ledakan keras. Dentuman ini dianggap mirip suara bedug, sehingga masyarakat menyebutnya sebagai Ngadu Bedug, meskipun alat yang digunakan adalah meriam karbit.
Tradisi ini kemudian diwariskan turun-temurun dan menjadi agenda budaya yang selalu dinanti masyarakat setelah Lebaran.
Ngadu Antar Kampung yang Dipisahkan Sungai
Keunikan utama tradisi ini adalah pelaksanaannya yang mempertemukan dua kampung bertetangga yang dipisahkan oleh sungai. Masing-masing kampung berada di sisi berlawanan dan saling membalas dentuman meriam karbit sebagai bentuk adu kemeriahan.
Bukan untuk persaingan atau permusuhan, ngadu ini justru menjadi simbol persaudaraan antarwarga. Sungai yang memisahkan kampung justru menjadi “arena alami” tempat suara dentuman saling bersahutan, menciptakan suasana meriah yang bisa terdengar hingga jauh.
Kegiatan ini juga menunjukkan kekompakan warga, karena setiap kampung bekerja sama mulai dari membuat meriam, menyiapkan lokasi, hingga menjaga keamanan acara.
Pesta Rakyat dan Hiburan Masyarakat
Seiring perkembangan waktu, Ngadu Bedug tidak hanya menjadi tradisi adu suara, tetapi berkembang menjadi pesta rakyat. Acara biasanya diramaikan hiburan seni tradisional seperti jaipongan, musik rakyat, serta kehadiran pedagang UMKM yang berjualan di sekitar lokasi.
