KBEOnline.id – Kabar ini benar-benar bikin kaget, ya. Persaingan teknologi AI makin “panas,” dan OpenAI selama ini selalu tampil paling agresif. Tapi tiba-tiba, Sora – aplikasi video AI mereka yang sempat viral itu – diumumkan resmi ditutup. Banyak yang nggak nyangka, soalnya Sora baru saja jadi pusat perhatian dan digadang-gadang sebagai salah satu teknologi generatif paling canggih.
OpenAI sendiri ngasih pengumuman soal penutupan ini lewat akun media sosial resminya. Tapi mereka nggak kasih alasan jelas kenapa Sora harus berhenti. Hanya bilang update lebih lanjut bakal diumumkan nanti, entah itu soal jadwal penutupan, akses API, atau langkah biar pengguna bisa nyimpen dan mindahin video yang selama ini udah mereka buat pakai Sora. Cuma segitu aja.
Nggak heran berita ini bikin banyak orang, terutama para kreator, kecewa. Ada yang sering pakai Sora buat bikin video animasi, konsep film, atau konten media sosial. Versi terbaru yang rilis September 2025 bahkan sempat viral abis karena bisa bikin video super realistik dan niru gaya visual apa pun cuma dari teks pendek.
Baca Juga:Capcom Pede Andalkan Kreator Asli, Bukan Generative AITanpa Login! WhatsApp Segera Punya Guest Chat
Yang lebih ramai lagi, ada kabar penutupan ini juga kena imbasnya ke rencana OpenAI kerja sama sama Disney. Sebelumnya sempat bocor Disney pengen investasi gede biar AI video OpenAI bisa dipakai secara resmi untuk konten karakter ikonik mereka. Katanya nilai investasinya nyampe miliaran dolar, walaupun detailnya nggak pernah dibuka ke publik.
Di sisi lain, nggak bisa dipungkiri, sejak awal Sora selalu menuai pro dan kontra. Masalah hak cipta sering bermunculan karena AI bisa bikin karakter yang mirip banget sama tokoh film, game, atau publik figur tanpa izin apa pun. Beberapa video buatan user malah sempat viral karena bawa karakter franchise terkenal tanpa sepengetahuan pemilik aslinya, dan itu langsung memicu perdebatan panas soal batas AI di industri kreatif.
Nggak cuma hak cipta saja yang jadi masalah. Orang juga takut AI kayak Sora dimanfaatkan buat hal negatif: mulai dari deepfake, manipulasi video, sampai konten yang menyesatkan. Hal-hal kayak gini sering bikin perusahaan akhirnya milih berhenti atau nge-rem dulu layanan AI mereka, sambil siapin aturan yang lebih aman.
