KBEOnline.id – CyberAgent baru saja memperkenalkan proyek anime baru, The World Is Dancing, yang akan mulai tayang Juli 2026. Kali ini, mereka menggandeng Shochiku. Begitu teaser pertamanya muncul, langsung saja banyak orang penasaran. Visualnya benar-benar memanjakan mata, penuh detail, dan ada sentuhan khas dari tema seni tradisional Jepang — sesuatu yang jarang dibawa ke anime masa kini.
Sumber ceritanya adalah manga karya Kazuto Mihara, yang sebelumnya terbit di majalah Morning milik Kodansha. Meski hanya enam volume, alurnya padat dan emosinya terasa kuat. Kamu bakal diajak mengikuti perjalanan Oniyasha, anak laki-laki di Jepang era abad ke-14 yang harus bertahan di masa penuh konflik. Rasa ingin taunya terhadap tarian akhirnya membawanya ke dunia seni pertunjukan, di mana ia tumbuh jadi tokoh sentral dalam kesenian Noh, sampai akhirnya dikenal sebagai Zeami.
Teaser trailernya ngasih gambaran hubungan dramatis antara Oniyasha dan ayahnya, Kan’ami, seorang maestro seni pertunjukan yang jelas punya pengaruh besar dalam hidup anaknya. Konflik batin, latihan keras, dan megahnya panggung tradisional jadi sorotan utama di anime ini. Rasanya lebih seperti drama sejarah yang artistik daripada anime aksi yang sering kita temui.
Baca Juga:Bos Take-Two: AI Tak Bakal Bikin Game Otomatis Jadi LarisKabar Mengejutkan! OpenAI Resmi Menutup Sora
Beberapa pengisi suara papan atas pun sudah diumumkan, seperti Yumiri Hanamori, Katsuyuki Konishi, Maaya Uchida, dan Romi Park. Kolaborasi seiyuu berpengalaman plus cerita sejarah langsung bikin ekspektasi para fans meninggi sejak hari pertama.
Dari segi produksi, anime ini dikerjakan oleh studio CygamesPictures dan dipimpin oleh sutradara Toshimasa Kuroyanagi. Uniknya, tim ini juga mengajak kreator musik dan koreografi yang memang paham seni tradisional, demi menjaga otentisitas budaya Noh. Jadi, The World Is Dancing nggak asal adaptasi — visual dan unsur artistiknya dipoles habis-habisan.
Kazuto Mihara sendiri menyambut adaptasi ini dengan semangat. Dia bilang, versi anime bakal menyuguhkan pengalaman baru dari cerita yang sama, lengkap dengan adegan dan sudut pandang tambahan yang nggak ada di manga. Jadi, penonton punya kemungkinan menikmati cerita lebih luas dibanding versi cetaknya.
