KABUPATEN BEKASI- Aksi kejahatan jalanan kembali meresahkan warga Kabupaten Bekasi. Seorang remaja menjadi korban pembegalan di depan rumahnya sendiri di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Selasa (24/3) dini hari. Peristiwa ini terekam kamera pengawas dan viral di media sosial.
Dalam rekaman CCTV berdurasi 51 detik, terlihat korban baru saja tiba di rumah sekitar pukul 04.19 WIB. Saat tengah membuka pintu, situasi mendadak berubah mencekam.
Dua pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor matic jenis Honda Beat melintas, lalu memutar balik dan langsung menghampiri korban. Tanpa banyak bicara, salah satu pelaku yang mengenakan hoodie hitam turun dari motor dan mengacungkan senjata tajam ke arah korban.
Baca Juga:Kabar Penting untuk Lulusan SMK/SMA dan MA, Batasan Tahun Lulus Syarat Pelatihan Vokasi Nasional 2026 DihapusAdu Canggih , Ponsel Pintar Unggulan 2026, Begini Perbandingannya
Korban yang terkejut sempat berupaya mempertahankan sepeda motornya. Namun ancaman pelaku membuat situasi tak seimbang. Pelaku kedua yang mengenakan hoodie putih tetap berada di atas motor, siap membantu rekannya.
Aksi berlangsung cepat dan penuh intimidasi. Dalam kondisi terdesak, korban akhirnya mundur dan berlari menyelamatkan diri. Pelaku pun dengan leluasa membawa kabur sepeda motor korban jenis Yamaha Aerox dan melarikan diri dari lokasi.
Peristiwa tersebut sontak menuai perhatian publik setelah rekamannya viral di media sosial. Warga menilai aksi pelaku tergolong nekat karena dilakukan tepat di depan rumah korban.
Kapolsek Setu, AKP Usep Aramsyah membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (24/3) dini hari.
“Terkait kejadian pengancaman dengan kekerasan yang terjadi di Desa Burangkeng Kecamatan Setu itu kejadian jam 4.00 Wib. Saat ini dari Posek sedang melakukan penyelidikan di lokasi,” ucap Usep saat dikonfirmasi, Kamis (26/3).
Namun demikian, hingga video tersebut viral, korban diketahui belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian. Kendati demikian, Usep meminta korban untuk membuat Laporan Polisi (LP) ke Polsek Setu agar proses hukum dapat berjalan maksimal.
“Kami masih menunggu dari pihak korban untuk membuat laporan secara resmi,” tambahnya.
Baca Juga:5 Langkah Perawatan Sepeda Motor Setelah Dipakai Jarak Sangat Jauh Mudik LebaranSIAP-SIAP, Pemkab Karawang Salurkan Insentif 19.148 Guru Ngaji Amil dan Marebot, Masing-masing Rp. 1.5 Juta
Atas kejadian ini, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan apabila melakukan aktivitas hingga dini hari, terlebih kini masih dalam libur lebaran. Usep mengungkap bahwa di wilayah Setu, banyak titik-titik rawan aksi kriminalitas karena kondisi jalan yang minim penerangan.
