KARAWANG- Pemerintah Kabupaten Karawang menargetkan percepatan pembangunan rumah layak huni (rulahu) bagi warga terdampak rumah roboh. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyatakan pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu 14 hari dengan melibatkan gotong royong masyarakat setempat.
Aep menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir membantu warga yang membutuhkan.
“Tahun ini juga saya menargetkan pembangunan rutilahu, kita membangun rumah ini target 14 hari. Bismillah kita bangun, kepada lurah minta masyarakat gotong royong untuk membantu juga. Kita pemerintah hadir,” ujarnya, Kamis (26/3).
Salah satu warga terdampak adalah Sami (61), pemilik rumah roboh di wilayah Babaton, Karangpawitan, Karawang Barat. Ia mengaku telah mendapat informasi terkait rencana pembangunan rumahnya dalam waktu dekat.
Baca Juga:Masih Ada 200 Ribu Kendaraan Bakal Lewat Jalur Karawang-BekasiKomplotan Begal di Bekasi Makin Berani, Korban Disikat di Depan Rumah
“Katanya mau sekarang-sekarang, Besok ini katanya harus dibawa-bawain ini perabotan,” ungkap Sami.
Namun, Sami menjelaskan bahwa kondisi rumahnya sudah lama tidak layak huni sebelum akhirnya roboh.
“Sudah lama… pada lapuk. Kan di dalamnya ada ular, takut,” katanya.
Saat ini, ia terpaksa mengungsi di rumah tetangga karena rumahnya tidak bisa ditempati.
Selama dua bulan terakhir, Sami tinggal dengan tetangganya.
“Tidur di sana, Neng, ikut ke tetangga. Sudah dua bulan mah,” tuturnya.
Ia juga mengaku tinggal seorang diri, sementara anaknya berada di luar daerah.
Terkait bantuan sosial, Sami menyebut masih menerima bantuan dari pemerintah desa. “Ada, suka dapat di desa,” katanya. Meski demikian, kondisi kesehatannya yang menurun membuatnya tidak lagi bekerja seperti biasanya sebagai petani.
Baca Juga:Kabar Penting untuk Lulusan SMK/SMA dan MA, Batasan Tahun Lulus Syarat Pelatihan Vokasi Nasional 2026 DihapusAdu Canggih , Ponsel Pintar Unggulan 2026, Begini Perbandingannya
Selain itu, ia juga akan mendapatkan penanganan kesehatan dari dinas terkait.
“Katanya besok mau dibawa ke Puskesmas, batuk,” ujarnya, mengutip informasi dari pihak RT setempat.
Kasus serupa juga dialami Mutiah (66), warga Cibungur, Karawang Timur. Rumahnya roboh akibat diterjang angin kencang sekitar dua minggu lalu.
“Kena angin gede,” kata Mutiah.
Mutiah menyebut seluruh bagian rumahnya ambruk, sehingga ia dan keluarganya harus bertahan di kondisi seadanya.
“Semuanya roboh,” ujarnya. Saat ini, ia tinggal bersama anak dan cucunya dengan kondisi terbatas.
