HID Ungkap Tujuh Tren Utama Sistem Keamanan dan Identitas 2026

Ramesh Songukrishnasamy, Senior Vice President & Chief Technology Officer HID. 
Ramesh Songukrishnasamy, Senior Vice President & Chief Technology Officer HID. 
0 Komentar

Pergeseran ini mencerminkan perusahaan di berbagai negara sepakat, bahwa konsolidasi bukan lagi soal perlu atau tidak perlu, tapi sekarang bagaimana agar konsolidasi bisa berjalan dengan efisien, sesuai aturan, dan memberikan ROI yang terukur.

2. Mobile Credentials semakin masif

Adopsi mobile credential, yang biasa digunakan sebagai akses masuk gedung melalui smartphone, meningkat. Bukan sekedar praktis (34%), teknologi ini dinilai jauh lebih aman (50%).

Namun, 84% pengguna ternyata masih berjaga-jaga menyimpan akses fisik (dalam bentuk kartu) meski sudah mengandalkan mobile credentials. Hal ini menunjukkan perilaku pengguna yang beragam dan kebutuhan akan sistem yang fleksibel.

Baca Juga:Bupati Aep Kemungkinan Berlakukan WFH Hari Rabu untuk ASN KarawangDetik- detik Warga Pisangsambo Diselamatkan Pembina dan Babinsa Saat Dihajar Massa karena Kepergok Selingkuh

3. Biometrik (Sidik Jari & Wajah) makin populer, tapi isu privasi meningkat tajam

Teknologi biometrik semakin diminati (45% sepakat teknologi ini strategis), seperti sidik jari (71%) dan pemindai wajah (50%) yang makin populer.

Tapi di saat yang sama,kekhawatiran pengguna terkait etika dan privasi melonjak drastis dibandingkan tahun lalu, dari 31% menjadi 67%. Hal ini menuntut perusahaan untuk lebih transparan soal bagaimana data biometrik tersebut disimpan.

4. Sistem pelacakan lokasi real-time (RTLS) sudah jadi standar

Penggunaan teknologi pelacakan atau Real-time Location System (RTLS) terus meluas di berbagai sektor, seperti kesehatan, manufaktur, dan logistik. Sebanyak 42% end users menjadikannya prioritas strategis dan 40% lainnya sudah menerapkan dengan aktif.

Namun, implementasi RTLS masih terkendala biaya (33%), isu privasi (29%), dan kompleksitas integrasi (29%). Selain itu, 38% mitra menyebut pengguna belum sepenuhnya memahami kemampuan RTLS, sehingga perlu edukasi lebih lanjut.

5. Satu identitas (fisik dan digital) untuk semua semakin didorong

Identitas fisik dan digital yang terintegrasi kini semakin jadi pilihan. Dari 75% perusahaan, 29% sudah mengimplementasikan teknologi ini, dan 46% lainnya sedang aktif melakukan evaluasi sistem.

Meski menawarkan efisiensi dan keamanan lebih baik melalui satu akses untuk gedung, jaringan, dan aplikasi, implementasinya masih terkendala budget (51%), kompleksitas (37%), dan kesenjangan keahlian (expertise gap) (34%).

6. Adopsi RFID untuk pelacakan benda tumbuh stabil

Radio Frequency Identification (RFID), atau teknologi yang menggunakan gelombang radio untuk mengidentifikasi benda, kini sudah jadi infrastruktur penting, bukan lagi sekadar inovasi.

Baca Juga:Jika WFH Hari Jumat ASN Bisa Keluyuran Piknik karena Jadi Libur Panjang Tiap PekanDua Korban Penipuan Kerja Terlunta-lunta di Bekasi, Akhirnya Dipulangkan Polisi ke Medan

Sebanyak 54% responden telah menggunakannya untuk pelacakan aset, manajemen inventaris, dan pencegahan kerugian. Manfaat utama yang dirasakan adalah pelacakan lebih cepat (62%) dan visibilitas lebih baik (41%), sehingga memperkuat kontrol serta efisiensi operasional.7. Investasi semakin bergerak ke arah integrasi platform

0 Komentar