kbeonline.id – Arema FC menghadapi situasi yang tidak mudah jelang duel melawan Malut United pada pekan ke-26 BRI Super League 2025-2026. Alih-alih menikmati jeda kompetisi, tim justru dipaksa memutar strategi akibat krisis pemain, khususnya di sektor pemain asing.
Krisis Pemain Jadi Ujian Serius
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, harus menerima kenyataan pahit karena lima pemain asing andalannya absen akibat sanksi disiplin. Kondisi ini membuat komposisi tim berubah drastis, mengingat peran mereka selama ini sangat vital dalam menjaga keseimbangan permainan.
Situasi semakin rumit setelah Walisson Maia juga belum pulih dari cedera. Praktis, opsi pemain asing yang bisa diturunkan sangat terbatas. Hal ini menjadi tantangan besar bagi tim pelatih untuk tetap menjaga performa tim di tengah keterbatasan.
Baca Juga:Andrew Jung: Gol Penting, Tapi Trofi Lebih Utama untuk PersibPerforma Persebaya Menurun, Tavares Soroti Minimnya Persaingan Skuat
“Kami kehilangan banyak pemain penting, tapi kami harus segera menemukan solusi,” ujar Marcos Santos.
Andalkan Pemain Lokal sebagai Solusi
Di tengah krisis tersebut, Arema FC mencoba melihat celah positif dengan memberi kesempatan lebih luas kepada pemain lokal. Nama-nama seperti Adi Satryo, Hansamu Yama, hingga Arkhan Fikri mulai diproyeksikan sebagai tulang punggung baru tim.
Selain itu, beberapa pemain lain seperti Jayus Hariono, Salim Tuharea, dan Anwar Rifai juga masuk dalam skema rotasi. Dalam sesi latihan, pelatih mulai mencoba kombinasi baru untuk menemukan keseimbangan tim.
Duet Hansamu Yama dan Anwar Rifai dicoba di lini belakang, sementara lini tengah dipercayakan kepada Arkhan Fikri dan Jayus Hariono. Di sektor depan, Salim Tuharea berpeluang mengisi kekosongan yang ditinggalkan Dalberto.
Fokus Bangun Chemistry dan Taktik
Dengan komposisi baru, Arema FC kini fokus membangun chemistry antarpemain. Setiap sesi latihan dimanfaatkan untuk memperkuat taktik dan menyesuaikan gaya bermain agar tetap kompetitif.
Marcos Santos menegaskan bahwa timnya tidak akan menyerah dengan kondisi yang ada. Fleksibilitas strategi menjadi kunci agar Arema tetap mampu bersaing dan meraih hasil maksimal.
“Kami akan memanfaatkan waktu yang ada untuk menemukan komposisi terbaik,” tegasnya.
