Begini Penampakan TPA Burangkeng yang Diserbu Truk Sampah Usai Lebaran

TPA Burangkeng
Penampakan TPA Burangkeng yang Diserbu Truk Sampah Usai Lebaran
0 Komentar

KBEonline.id- Lonjakan volume sampah pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Bekasi membuat aktivitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng membludak. Ratusan truk pengangkut sampah menyerbu lokasi tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Mengantisipasi kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat langsung membuka dua zona pembuangan sekaligus, yakni zona utara dan selatan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Syafri Donny Sirait menyatakan opsi pembukaan dua zona pembuangan menjadi strategi untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah sepanjang libur Lebaran guna memastikan pelayanan pengelolaan sampah tetap berjalan optimal meski terjadi peningkatan signifikan.

Baca Juga:Kekinian, Harlah ke-24 GMBI Fokus Transformasi Digital dan Penguatan HukumAki-aki Gede Wadul Lobi Olle Romeny dan Joey Pelupessy

“Zona utara dan selatan kita buka sekaligus begitu selesai periode libur Idul Fitri kemarin agar sampah yang dibawa ke TPA Burangkeng bisa segera diproses ke pembuangan,” kata Donny Sirait kepada Cikarang Ekspres.

Dia menyatakan lonjakan volume sampah terjadi usai penutupan sementara aktivitas di TPA Burangkeng pada 20-24 Maret 2026 berkaitan libur dan cuti bersama Idul Fitri sehingga dibutuhkan penanganan khusus agar seluruh sampah dapat ditampung secara optimal.

Pihaknya mencatat sejak dibuka kembali pada Rabu (25/3/2026) tercatat sedikitnya ada 100 kendaraan truk pengangkut sampah yang masuk ke TPA Burangkeng untuk bongkar muat. Satu armada truk rata-rata mengangkut sampah seberat 4-5 ton.

Sehari setelahnya atau Kamis (26/3/2026) jumlah armada pengangkut sampah yang masuk dan tercatat pada basis data UPTD Pengelolaan Sampah TPA Burangkeng bertambah menjadi 150 kendaraan.

Lonjakan signifikan terjadi pada Jumat (27/3/2026) di mana aktivitas pembuangan melayani hingga 370 truk pengangkut sampah. “Alhamdulillah, meskipun terjadi peningkatan hingga ratusan kendaraan, kondisi masih dalam tahap wajar karena antrean bisa diantisipasi dengan membuka dua zona sekaligus,” ucapnya.

Dirinya menyebut aktivasi dua zona buang ini terbukti efektif mengurai antrean kendaraan pengangkut sampah yang meningkat selama periode arus mudik dan balik Lebaran sehingga pelayanan pengelolaan sampah dapat dijalankan secara optimal.

Donny mengaku aktivitas mudik berdampak pada penurunan volume sampah khususnya sektor rumah tangga mengingat banyak warga Kabupaten Bekasi berstatus pendatang namun di sisi lain, geliat perekonomian masyarakat sepanjang libur Lebaran turut berkontribusi terhadap peningkatan produksi sampah.

0 Komentar