“Banyak pelaku usaha kecil yang membuka lapak dadakan dan mereka menghasilkan sampah. Bagus dari aspek perekonomian namun sayangnya masih ada yang buang sampah sembarang, di TPS liar maupun bantaran sungai. Kami optimalkan peran segenap UPTD untuk mengangkut sampah-sampah tersebut ke TPA,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas LH Kabupaten Bekasi Mansur Sulaiman menambahkan mitigasi pencegahan lonjakan sampah turut dilakukan melalui sejumlah upaya. Salah satunya, sosialisasi kepada masyarakat terkait gerakan mudik tanpa sampah.
“Upaya ini penting dilakukan terutama kepada para pemudik, mengingat Kabupaten Bekasi menjadi jalur lintasan dengan proyeksi lebih dari satu juta pemudik,” katanya.
Baca Juga:Kekinian, Harlah ke-24 GMBI Fokus Transformasi Digital dan Penguatan HukumAki-aki Gede Wadul Lobi Olle Romeny dan Joey Pelupessy
Langkah lain dengan memastikan kesiapan armada pengangkut sampah jauh-jauh hari sebelum periode libur hari raya, mencakup perawatan kendaraan hingga ketersediaan bahan bakar minyak sehingga operasional tetap berjalan maksimal tanpa penambahan armada baru.
Pihaknya juga berencana menggandeng swasta dalam pengelolaan sampah non organik usai Lebaran melalui skema penambangan atau mining di area TPA Burangkeng dengan tujuan menekan volume sampah yang sudah menumpuk.
“Kami turut mengimbau segenap masyarakat untuk dapat memilah sampah dari rumah masing-masing sebagai solusi sederhana namun efektif dalam mengurangi beban di TPA Burangkeng,” tandasnya. (Iky)
