KBEONLINE.ID – Di tengah menjamurnya kafe kekinian dan derasnya arus aplikasi pesan-antar makanan, ada satu jenis usaha yang tetap bertahan bahkan terus berkembang: pedagang gorengan pinggir jalan. Di balik kesederhanaannya, tersimpan strategi bisnis yang tidak kalah canggih—bahkan bisa disebut “kelas atas”.
Pemasaran Sensorik: Jualan Lewat Mata, Hidung, dan Telinga
Salah satu kekuatan utama pedagang gorengan terletak pada cara mereka menarik perhatian tanpa perlu beriklan. Wajan besar yang diletakkan di depan gerobak bukan sekadar alat masak, melainkan media pemasaran utama yang bekerja secara alami.
Proses menggoreng yang dilakukan secara langsung (live cooking) menciptakan transparansi sekaligus daya tarik visual. Di saat yang sama, suara desisan minyak panas dan aroma gurih yang menyebar ke sekitar menjadi “iklan gratis” yang sulit ditolak. Tanpa disadari, orang yang awalnya hanya lewat bisa berubah menjadi pembeli karena rangsangan indera yang kuat.
Baca Juga:GAK NYANGKA! Rumah Makan Sunda Ini Diam-Diam Jadi Favorit Banyak Orang di BandungBegini Alur Lengkap dan Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan: Jangan Ditunda, Bisa Buat Kamu Boncos!!
Strategi Lokasi: Memanfaatkan Momen Orang Melambat
Pedagang gorengan tidak asal memilih tempat berjualan. Mereka cenderung menempati titik-titik strategis di mana orang berhenti atau memperlambat langkah, seperti di dekat lampu merah, depan minimarket, atau halte.
Pada momen seperti ini, orang biasanya sedang lelah, bosan, atau sekadar menunggu. Kondisi tersebut membuat mereka lebih mudah melakukan pembelian impulsif. Gorengan pun hadir sebagai solusi cepat yang murah, praktis, dan mengenyangkan.
Adaptasi Digital: Dari Receh ke QRIS
Meski dikenal sebagai usaha tradisional, pedagang gorengan kini mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Salah satunya dengan menyediakan metode pembayaran digital seperti QRIS.
Langkah ini mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya signifikan. Hambatan transaksi seperti tidak adanya uang kecil atau kembalian dapat dihilangkan. Konsumen pun merasa lebih nyaman, terutama di era pembayaran non-tunai yang semakin umum digunakan.
Hubungan Pelanggan: Sederhana tapi Mengena
Dalam hal menjaga pelanggan, pedagang gorengan memiliki cara yang sederhana namun efektif. Tanpa sistem keanggotaan atau aplikasi khusus, mereka sudah lama menerapkan konsep Customer Relationship Management (CRM) secara alami.
