KBEONLINE.ID — Di tengah derasnya arus modernisasi, masih ada wilayah yang teguh mempertahankan nilai-nilai tradisi dan spiritualitas. Salah satunya adalah Kampung Dukuh Dalam yang berada di Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet. Kampung adat ini menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin “berlibur sambil belajar” tentang makna kesederhanaan dan kehidupan berbasis agama.
Kampung ini bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga ruang refleksi. Tanpa listrik, tanpa teknologi, dan jauh dari kemewahan, kehidupan masyarakat di sana berjalan dengan prinsip yang kuat: kembali pada nilai-nilai spiritual dan harmoni dengan alam.
Hidup Sederhana Tanpa Kemewahan
Memasuki kawasan Kampung Dukuh Dalam, pengunjung akan langsung merasakan suasana yang berbeda. Rumah-rumah dibangun dari bahan alami seperti kayu dan bambu, tanpa semen, cat mencolok, atau sentuhan modern lainnya.
Baca Juga:5 Jurus Jitu Lolos UTBK-SNBT 2026 Tanpa Bimbel Mahal! Kunci Utamanya Disiplin Diri dan Semangat BelajarTaktik Baru Pelatih Timnas Indnesia di Era John Herdman: Permainan Cair, Agresif, dan Sulit Dibaca
Tidak adanya listrik membuat suasana malam terasa lebih tenang dan hening. Penerangan hanya mengandalkan lampu tradisional seperti lentera dan damar, menciptakan nuansa yang hangat sekaligus sederhana.
Bahkan, benda yang dianggap biasa seperti cermin pun tidak digunakan. Hal ini mencerminkan filosofi masyarakat yang menghindari kesan berlebihan dan menjaga kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kental dengan Nilai Agama dan Tradisi
Kehidupan masyarakat di Kampung Dukuh Dalam sangat dipengaruhi oleh ajaran Islam yang bercorak tasawuf. Aturan adat yang berlaku bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga bagian dari praktik spiritual.
Aktivitas ibadah menjadi bagian penting dalam keseharian. Warga dibangunkan pada sepertiga malam terakhir melalui bunyi kentongan untuk melaksanakan salat malam atau qiyamul lail.
Bahkan, struktur rumah pun dirancang untuk mendukung kehidupan religius. Lantai bambu yang berbunyi saat diinjak menjadi “alarm alami” agar penghuni tetap terjaga dalam menjalankan ibadah.
Pengalaman Edukasi yang Unik
Berkunjung ke Kampung Dukuh Dalam bukan sekadar jalan-jalan, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang mendalam. Wisatawan bisa melihat langsung bagaimana nilai kesederhanaan diterapkan dalam kehidupan nyata.
Sistem sanitasi tradisional hingga penggunaan air alami untuk wudhu menunjukkan bagaimana masyarakat hidup selaras dengan alam tanpa meninggalkan prinsip kebersihan dan kesucian.
