6 Ribu Penerima Bansos di Karawang yang Terilibat Pinjol-Judol Sudah Dihapus, Tapi Masih Ada 10 Persen Lagi

Pinjol
Ist
0 Komentar

KBEonline.id- Dinas Sosial Kabupaten Karawang mencatat penurunan signifikan jumlah penerima bantuan sosial (bansos) yang terindikasi terlibat pinjaman online (pinjol) dan aktivitas lain seperti judi online. Pada tahun 2026, jumlahnya kini hanya tersisa sekitar 10 persen dari total penerima bansos yang ada.

Penurunan ini merupakan kelanjutan dari langkah tegas pemerintah daerah pada tahun sebelumnya yang mencabut bantuan terhadap ribuan penerima yang dinilai tidak tepat sasaran.

Tercatat, sekitar 6.000 penerima bansos dicabut haknya karena terindikasi terlibat pinjol, judi online, dan aktivitas serupa pada tahun lalu.

Baca Juga:Batujaya Gempar, Dikira Penghuninya Mudik, di Dalam Rumah Suami Terkapar Istri Meninggal di Kamar MandiBelanja Pegawai “Bengkak” Tembus Setengah APBD,  Keuangan Pemkab Bekasi Makin Tercekik

Kepala Dinas Sosial Karawang, Agus Kurnia, mengatakan bahwa kebijakan tersebut berdampak positif terhadap perbaikan kualitas data penerima bansos. Ia menyebutkan, proses verifikasi dan validasi kini dilakukan lebih ketat dan menyeluruh.

“Dari sekitar 6.000 penerima bansos yang kami cabut tahun lalu karena terindikasi pinjol dan judi online, di tahun 2026 ini tinggal sekitar 10 persen lagi yang masih terdata. Ini menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan,” ujar Agus Kurnia, Jumat (27/3).

Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak dalam melakukan pembaruan data serta pengawasan terhadap penyaluran bansos. Dinas Sosial juga melakukan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan bantuan sesuai peruntukannya.

Agus menegaskan bahwa bansos diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama mereka yang berada dalam kondisi ekonomi rentan. Oleh karena itu, pihaknya tidak segan untuk mencoret penerima yang terbukti menyalahgunakan bantuan.

Ia menambahkan, meskipun masih terdapat sekitar 10 persen penerima yang terindikasi terkait pinjol, pihaknya akan terus melakukan pendalaman data sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. Pendekatan ini dilakukan agar kebijakan yang diambil tetap adil dan tepat sasaran. (aufa/mhs)

0 Komentar