kbeonline.id – Nama Rizky Ridho Ramadhani kembali menjadi buah bibir di jagat sepak bola nasional. Gol spektakulernya ke gawang Arema FC pada Liga 1 2024-2025 bukan sekadar indah dipandang, tetapi juga sarat makna. Momen yang terjadi pada 9 Maret 2025 itu kini kembali mendapatkan pengakuan, kali ini sebagai Goal of the Year dalam ajang PSSI Awards 2026.
Gol tersebut seperti karya seni di atas lapangan hijau—langka, spontan, dan penuh keberanian. Tak heran jika sebelumnya juga dinobatkan sebagai Goal of the Season Liga 1 2024-2025 dan bahkan masuk nominasi FIFA Puskas Award 2025, penghargaan bergengsi untuk gol terindah dunia.
Skema Serangan yang Berujung Magis
Proses terciptanya gol ini tak kalah menarik dari hasil akhirnya. Semua bermula dari situasi serangan balik cepat. Ridho yang berada di lini belakang dengan cerdas mengalirkan bola kepada Ryo Matsumura.
Baca Juga:Laskar Mataram Tak Mau Lengah di 9 Laga Sisa, Fokus Amankan PosisiTak Terlena, Beckham Fokus Bawa Timnas Hadapi Bulgaria
Tak berhenti di situ, Ryo mengirim umpan terobosan panjang yang langsung dibaca sempurna oleh Ridho. Tanpa banyak berpikir, bek tangguh Persija Jakarta tersebut melepaskan tembakan jarak jauh. Bola meluncur deras, seolah memiliki arah sendiri, sebelum akhirnya bersarang mulus ke gawang lawan.
Gol ini bukan hanya soal teknik, tetapi juga insting dan kepercayaan diri tinggi—kombinasi yang jarang dimiliki pemain bertahan.
Mengalahkan Deretan Gol Indah Lainnya
Dalam ajang penghargaan tersebut, gol Ridho harus bersaing dengan beberapa kandidat kuat. Di antaranya gol dari Arkhan Fikri, Egy Maulana Vikri, Ole Romeny, hingga Rayhan Hannan.
Namun pada akhirnya, keindahan dan keunikan gol Ridho membuatnya unggul. Ini membuktikan bahwa kualitas pemain lokal Indonesia mampu bersaing bahkan dalam standar internasional.
Rasa Syukur dan Kebanggaan
Usai menerima penghargaan, Ridho mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya. Ia mengaku bangga bisa mendapatkan apresiasi di negeri sendiri, terlebih setelah sebelumnya gagal meraih Puskas Award.
Baginya, penghargaan ini bukan sekadar trofi pribadi, melainkan bukti kerja keras dan dedikasi bersama tim. Sikap rendah hati ini justru semakin menguatkan sosoknya sebagai pemimpin di dalam dan luar lapangan.
