KBEONLINE.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai bersiap menghadapi potensi tekanan ekonomi dengan menggenjot efisiensi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini menyusul kondisi global yang dinilai tengah tidak baik-baik saja dan berpotensi berdampak ke Indonesia.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengatakan meskipun saat ini dampak tersebut belum dirasakan secara langsung, pemerintah daerah tidak boleh lengah dalam mengantisipasi kemungkinan ke depan.
“Hari ini kita ketahui seluruh negara kurang baik-baik saja. Adapun Indonesia juga walaupun sekarang belum berimbas tidak menutup kemungkinan kedepannya akan berimbas,” ujar Asep Surya Atmaja saat apel pagi pascalibur Lebaran di Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (30/3).
Baca Juga:2 Pelaku Pembunuhan yang Menewaskan Pegawai Ayam Geprek di Serang Baru Diringkus11 Rekomendasi Donghua Seru dan Populer yang Bisa Ditonton untuk Menemani Waktu Long Weekendmu
Sebagai langkah awal, Asep memastikan akan segera mengumpulkan dinas-dinas penghasil untuk merumuskan strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Rapat bahkan diupayakan digelar lebih cepat dari jadwal semula.
“Insyaallah jam 9, syukur-syukur bisa jam 8. Selesai halal bihalal, salaman langsung rapat. Tidak ada acara makan-makan, karena kita juga harus efisiensi,” tegasnya.
Kebijakan tersebut diambil seiring adanya pemotongan anggaran dana transfer daerah yang cukup besar, yakni mencapai Rp649 miliar. Kondisi ini mendorong seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bekerja lebih keras dalam menjaga stabilitas keuangan.
Asep menekankan, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), khususnya dinas penghasil, harus mampu memaksimalkan potensi PAD dari berbagai sektor, bahkan dari hal-hal terkecil sekalipun.
“Bagaimana caranya kita berusaha semaksimal mungkin meningkatkan PAD. Jangan sampai kita berimbas,” katanya.
Menurutnya, peningkatan PAD menjadi kunci untuk menutup kekurangan anggaran, sekaligus menjaga keberlangsungan program pemerintah, termasuk mempertahankan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Saya harus mempertahankan PPPK. Maka anggaran yang kurang harus kita tutupi dari PAD, dari dinas-dinas penghasil,” ujarnya.
Baca Juga:RSUD Kabupaten Bekasi Tak Jadi DiperluasKode Redeem FF Terbaru 29 Maret 2026 Spesial Akhir Pekan Lengkap Cara Klaim, Ada Senjata & Diamond Eksklusif!
Ia juga mengingatkan seluruh ASN dan PPPK agar tetap semangat bekerja di tengah keterbatasan anggaran. Asep mengakui mulai muncul kekhawatiran terkait PPPK, namun memastikan pemerintah akan berupaya maksimal menjaga keberadaan mereka.
“Untuk PPPK, semangat terus. Kita akan berusaha keras agar anggaran yang kurang bisa tertutupi,” ucapnya.
