kbeonline.id – Persebaya Surabaya tengah melakukan evaluasi serius, khususnya di sektor pertahanan, jelang laga penting menghadapi Persita Tangerang pada lanjutan BRI Super League 2025-2026. Fokus utama tim kini tertuju pada perbaikan koordinasi lini belakang yang dinilai masih rapuh, terutama saat menghadapi situasi transisi dari menyerang ke bertahan.
Masalah Klasik: Transisi Bertahan yang Rapuh
Pelatih Bernardo Tavares menyoroti bahwa banyak gol yang bersarang ke gawang timnya berasal dari kesalahan mendasar: buruknya organisasi saat kehilangan bola.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, Persebaya terlihat kesulitan menjaga keseimbangan. Ketika lini depan terlalu agresif menyerang, lini belakang justru kerap terlambat mengantisipasi serangan balik lawan.
Baca Juga:Bangkit atau Tenggelam, Madura United Hadapi Ujian Berat di Akhir MusimSuper League Berpeluang Kirim Wakil ke Piala Dunia 2026
Akibatnya, celah di area pertahanan mudah dieksploitasi. Situasi ini seperti “rumah tanpa pintu belakang”—terlihat kokoh di depan, tetapi rentan saat diserang dari arah tak terduga.
Statistik Tajam di Depan, Rapuh di Belakang
Sejak ditangani Tavares pada Januari, Persebaya sebenarnya menunjukkan performa yang cukup kompetitif yaitu memperoleh 4 kemenangan, 2 hasil imbang, 3 kekalahan dan 15 gol tercipta.
Namun, jumlah kebobolan yang juga mencapai 15 gol menjadi alarm serius. Terlebih, kekalahan telak 1-5 dari Borneo FC menjadi bukti nyata rapuhnya lini belakang.
Yang lebih mengkhawatirkan, hampir setengah dari total kebobolan terjadi hanya dalam tiga laga terakhir. Ini menunjukkan adanya penurunan konsistensi yang harus segera diperbaiki.
Fokus Latihan: Keseimbangan dan Disiplin Taktis
Untuk mengatasi masalah tersebut, Tavares mulai menanamkan beberapa prinsip penting dalam sesi latihan:
- Penempatan posisi saat bertahan
- Koordinasi garis pertahanan
- Respons cepat saat kehilangan bola
- Keseimbangan antara menyerang dan bertahan
Ia juga menekankan pentingnya kecerdasan dalam membaca situasi di lapangan. Pemain tidak hanya dituntut kuat secara fisik, tetapi juga harus paham kapan harus menekan dan kapan harus bertahan.
“Kami perlu keseimbangan yang lebih baik, karena banyak gol datang dari serangan balik lawan,” tegas Tavares.
Baca Juga:Merasa Bugar, Marc Klok Siap Pimpin Persib Hadapi Semen PadangMasih Bergema! Gol Jarak Jauh Rizky Ridho Dinobatkan Terbaik di PSSI Awards 2026
Ujian Nyata Hadapi Persita yang Sedang On Fire
Perbaikan ini akan langsung diuji saat menghadapi Persita, tim yang sedang dalam tren positif. Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan momen pembuktian apakah evaluasi yang dilakukan benar-benar efektif.
