Sementara itu, laki-laki lebih dipengaruhi hormon testosteron. Dalam beberapa penelitian, hormon ini dikaitkan dengan perilaku agresif dan kecenderungan mengambil risiko yang lebih tinggi.
Gaya Hidup: Laki-Laki Lebih Berisiko
Faktor gaya hidup menjadi salah satu penyebab terbesar perbedaan usia harapan hidup. Secara umum, laki-laki lebih sering melakukan kebiasaan yang berisiko bagi kesehatan.
Kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol, kurang menjaga pola makan, serta jarang berolahraga lebih banyak ditemukan pada laki-laki. Ditambah lagi, banyak yang enggan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Baca Juga:Kerap Hadapi Kriminalisasi, DPRD Kabupaten Bekasi Dorong Perda Perlindungan Guru dari KriminalisasiASTAGFIRULLAH! Lansia di Tambun Selatan Jadi Korban Penyiraman Air Keras
Akibatnya, berbagai penyakit serius seperti jantung, paru-paru, dan stroke lebih sering terjadi pada laki-laki. Bahkan, banyak kasus baru terdeteksi saat sudah memasuki tahap lanjut.
Faktor Sosial dan Mental: Perempuan Lebih Terbuka
Perempuan cenderung memiliki jaringan sosial yang lebih kuat. Mereka lebih mudah berbagi cerita, menjaga hubungan, dan mencari dukungan dari orang sekitar.
Keterbukaan ini membantu perempuan dalam mengelola stres dan tekanan hidup. Dukungan sosial yang baik terbukti berkontribusi pada kesehatan mental dan fisik yang lebih stabil.
Sebaliknya, banyak laki-laki terbiasa memendam masalah. Tuntutan sosial untuk terlihat kuat sering membuat mereka enggan mengekspresikan emosi, yang akhirnya berdampak pada kesehatan jangka panjang.
Ancaman Nyata bagi Perempuan Tetap Ada
Meski memiliki peluang hidup lebih panjang, perempuan tetap menghadapi berbagai risiko serius dalam kehidupan sosial. Salah satunya adalah kekerasan.
Data dari World Health Organization menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 3 perempuan di dunia pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual. Ini menjadi ancaman nyata terhadap keselamatan mereka.
Di Indonesia, kasus kekerasan terhadap perempuan juga terus meningkat setiap tahunnya. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga mental, bahkan dalam banyak kasus berujung pada kehilangan nyawa.
Baca Juga:Kredit TPG Non ASN di Bank BJB: Solusi Cepat atau Jerat Cicilan Panjang? Ini Ulasan LengkapnyaSEDANG BERLANGSUNG LIVE STREAMING! Timnas Indonesia vs Bulgaria di Final FIFA Series 2026
Bukan Takdir, Tapi Kombinasi Faktor
Perempuan hidup lebih lama bukan karena kebetulan, melainkan hasil dari kombinasi faktor genetik, hormon, sistem imun, dan kondisi sosial yang mendukung.
Namun, hal ini bukan berarti laki-laki tidak bisa memiliki umur panjang. Banyak faktor risiko sebenarnya bisa dikendalikan melalui pola hidup sehat dan kesadaran menjaga diri.
