Pelaku Air Keras di Bekasi Diburu, Saksi Ungkap Ciri Motor dan Atribut Mencurigakan

Air Keras
ILUSTRASI: Pelaku Air Keras di Bekasi Diburu, Saksi Ungkap Ciri Motor dan Atribut Mencurigakan. (pinterest)
0 Komentar

KBEonline.id, BEKASI – Aparat kepolisian masih memburu pelaku penyiraman air keras terhadap TW (54), seorang lansia warga Perumahan Bumi Sani, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan. Hingga Selasa (31/3), penyelidikan terus dilakukan dengan mengumpulkan sejumlah bukti di lokasi kejadian.

Pantauan Cikarang Ekspres dilapangan, petugas kepolisian berpakaian sipil tampak hilir mudik di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Mereka melakukan penelusuran rekaman kamera pengawas (CCTV) serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang tinggal di sekitar lokasi.

Seorang warga setempat, Rahmat (46) mengaku sempat berpapasan langsung dengan dua orang terduga pelaku yang menunjukkan gelagat mencurigakan sesaat sebelum kejadian.

Baca Juga:Berapa Harga Tiket Konser F4 Jakarta 2026? Cek Cara Beli dan Jadwal PenjualanTerungkap! Motif Sadis di Balik Mutilasi Karyawan Ayam Geprek yang Disimpan dalam Freezer di Bekasi

“Kalau ciri-ciri jelasnya saya nggak begitu jelas, tapi yang pasti waktu saya keluar dari rumah, itu pelaku berboncengan, menggunakan helm fullface hitam, kaca tertutup, pakai jaket warna hitam, motornya yang saya lihat menggunakan matic, warna putih gading,” ujar Rahmat di Tambun Selatan, Selasa (31/3).

Pertemuan tersebut terjadi disalah satu persimpangan jalan komplek. Rahmat yang saat itu hendak menuju tempat ibadah melihat kedua pria tersebut masuk ke area perumahan dengan atribut yang sangat tertutup. Menurutnya dua orang yang berbonceng sepeda motor tersebut tidak lazim dilakukan oleh tamu atau warga biasa di lingkungan tersebut karena keliling disaat warga ingin menunaikan ibadah salat subuh.

“Saya sebenarnya udah curiga, gitu, karena kenapa masuk komplek perumahan, kok pakai helm tertutup banget, gitu ya. Tapi karena adzan sudah mau waktu masuk sholat, sudah mau dekat komat, saya nggak mikir panjang lagi tentang keberadaan si pelaku ini,” tambahnya.

Sesaat setelah berpapasan, lanjut Rahmat, kedua orang tersebut langsung memacu kendaraannya ke arah yang berlawanan sehingga identitas mereka sulit dipantau lebih jauh setelahnya.

“Nah, kebetulan waktu itu saya arah ke kanan, dia (pelaku) sebelah kiri. Dia belok ke kiri, saya belok ke kanan. Setelah itu saya nggak tahu,” terang Rahmat.

Sesaat setelah saksi melintas, aksi penyiraman tersebut terjadi menimpa korban. Dimata warga sekitar, korban dikenal sebagai sosok yang baik, tidak pernah punya permasalahan dan juga sedang dalam kondisi kurang sehat.

0 Komentar