“Nggak ada (musuh). Korban ini orang baik. Nggak banyak cerita, nggak banyak ngomong. Karena dia punya riwayat sakit, gitu. Jadi dia banyak diam. Itu aja yang saya tahu,” tambah Rahmat.
Pada keesokan paginya, dikatakan Rahmat, sisa-sisa zat kimia di lokasi kejadian masih menunjukkan reaksi yang membahayakan. Lantai tempat kejadian perkara dilaporkan masih mengeluarkan buih dan bau tajam yang menyengat, menandakan tingginya kadar keasaman zat yang digunakan pelaku.
“Lantai ini sampai diinjek aja panas. Tadi pagi itu saya rasakan, saya sempat di sini berada kan masih basah. Ini aja masih berbuih-buih, gitu kan. Kayak bau asam yang sangat keras, gitu. Jadi Saya rasa itu luar biasa,” tuturnya.
Baca Juga:Berapa Harga Tiket Konser F4 Jakarta 2026? Cek Cara Beli dan Jadwal PenjualanTerungkap! Motif Sadis di Balik Mutilasi Karyawan Ayam Geprek yang Disimpan dalam Freezer di Bekasi
Kini, warga Perumahan Bumi Sani diselimuti rasa khawatir atas teror yang terjadi di lingkungan mereka. Mereka mendesak agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku berdasarkan ciri-ciri kendaraan dan atribut yang telah dikantongi.
“Luar biasa resah, gitu. Kita mengharapkan kelas (kasus) ini cepat terungkap, terselesaikan,” kata Rahmat.
Sementara itu, Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti mengungkap akibat siraman air keras itu, korban menderita luka bakar sekitar 30 persen. Usai kejadian, lanjut Wuriyanti, korban juga diberi pertolongan oleh tetangganya dan istrinya menggunakan air mengalir sebelum dibawa ke rumah sakit.
“Luka bakar sekitar 30% di area wajah, telinga, leher, dada, perut, dan bahu,” ucap Wuryanti.
Saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti dilapangan guna mengungkap identitasnya para pelaku. Selain itu pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk mengetahui jenis air keras yang digunakan oleh pelaku.
“Polisi sudah melakukan olah TKP, memeriksa para saksi, dan mencari letunjuk di sekitar TKP. Untuk jenis air kerasnya masih dalam penyelidikan, dan menjadi ranahnya Puslabfor untuk menyampaikan jenisnya,” pungkasnya. (Iky)
