Tavares Tak Mau Ambil Risiko, Bruno Paraiba Diproyeksikan Tak Main Penuh

Persebaya Surabaya
Tavares Tak Mau Ambil Risiko, Bruno Paraiba Diproyeksikan Tak Main Penuh
0 Komentar

kbeonline.id – Kondisi terkini penyerang andalan Persebaya Surabaya, Bruno Paraiba, akhirnya menemui titik terang jelang laga penting kontra Persita Tangerang pada pekan ke-26 BRI Super League 2025-2026.

Alih-alih memaksakan sang striker tampil penuh, pelatih Bernardo Tavares memilih langkah realistis: menjaga kondisi pemain agar tidak mengalami cedera yang lebih serius.

Belum 100 Persen, Kondisi Jadi Pertimbangan Utama

Bruno Paraiba memang belum berada dalam kondisi terbaiknya. Meski sudah menunjukkan progres pemulihan, tim pelatih dan medis sepakat untuk tidak mengambil risiko.

Baca Juga:Dua Pilar Absen, Persib Hadapi Ujian Berat Lawan Semen PadangLini Belakang Jadi Sorotan, Persebaya Berbenah Jelang Lawan Persita

Tavares menegaskan bahwa keputusan ini bukan tanpa alasan. Dalam dunia sepak bola, memaksakan pemain yang belum bugar ibarat memainkan api—sekali salah langkah, dampaknya bisa panjang hingga akhir musim.

“Saat ini dia belum dalam kondisi ideal, tapi terus membaik. Kami mengikuti arahan tim medis agar pemulihannya berjalan maksimal,” ujar Tavares.

Menit Bermain Terbatas, Semua Berdasarkan Medis

Sejauh ini, kontribusi Paraiba memang masih sangat terbatas. Ia baru mencatatkan total 43 menit bermain dalam dua pertandingan terakhir.

Pada laga melawan Borneo FC Samarinda (7 Maret), ia hanya tampil selama 24 menit. Keputusan tersebut sepenuhnya diambil berdasarkan rekomendasi tim medis, bukan faktor teknis semata.

Langkah ini menunjukkan bahwa Persebaya tidak ingin mengulang kesalahan umum: memaksakan pemain kunci terlalu cepat kembali, lalu kehilangan mereka lebih lama.

Debut Manis Jadi Harapan, Tapi Harus Sabar

Ekspektasi terhadap Paraiba sebenarnya sangat tinggi. Hal itu tidak lepas dari debut impresifnya saat menghadapi PSIM Yogyakarta.

Kala itu, ia langsung mencetak gol hanya tiga menit setelah masuk sebagai pemain pengganti—sebuah sinyal kuat bahwa dirinya bisa menjadi pembeda di lini depan Bajul Ijo.

Baca Juga:Bangkit atau Tenggelam, Madura United Hadapi Ujian Berat di Akhir MusimSuper League Berpeluang Kirim Wakil ke Piala Dunia 2026

Namun, sepak bola bukan hanya soal momen cepat, melainkan juga tentang keberlanjutan performa. Dan untuk itu, kondisi fisik jadi fondasi utama.

Prioritas Utama: Hindari Cedera Kambuhan

Tavares paham betul risiko yang mengintai. Jika dipaksakan bermain penuh, bukan tidak mungkin stamina Paraiba drop dan memicu cedera kambuhan.

Situasi seperti ini sering terjadi—pemain kembali terlalu cepat, lalu justru harus menepi lebih lama. Karena itu, pendekatan hati-hati menjadi pilihan paling logis.

0 Komentar