KBEONLINE.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup membuka peluang baru dalam kerjasama pengelolaan sampah. Gunungan sampah di TPA Burangkeng kini tak lagi sekadar menjadi beban, tetapi memiliki nilai ekonomi setelah pihak swasta tertarik untuk mengelola sampah tersebut.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Sukmawatty Karnahadijat, menjelaskan bahwa kerja sama yang dijalin bukan penyerahan pengelolaan, melainkan pengolahan sampah existing oleh pihak ketiga.
“Ini bukan pengelolaan diserahkan ke swasta, tapi kerja sama pengolahan. Sampah yang sudah ada itu diolah menjadi produk yang punya nilai,” kata Sukmawatty Karnahadijat kepada Cikarang Ekspres, Rabu (1/4).
Baca Juga:WFH ASN Kabupaten Bekasi Berlaku Tiap Jumat, Layanan Publik Dipastikan Tetap NormalKasus Diabetes di Karawang Tembus Puluhan Ribu, Usia Produktif Ikut Terdampak
Dalam skema tersebut, sampah akan diolah menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk dijadikan bahan bakar alternatif industri semen. Artinya, sampah yang selama ini menumpuk justru menjadi komoditas yang dibutuhkan industri.
Menariknya, kerja sama ini tidak menggunakan skema tipping fee seperti pada umumnya. Pemerintah daerah tidak perlu membayar pihak swasta, bahkan justru mendapatkan pemasukan dari sewa lahan.
“Biasanya kita harus bayar tipping fee. Tapi di sini tidak ada. Lahan malah disewa oleh mereka, jadi ada pemasukan ke PAD,” kata Sukmawatty.
Nilai investasi dari pihak swasta pun tidak kecil, Sukmawatty menyebut bahwa diperkirakan mencapai lebih dari Rp200 miliar untuk pembangunan fasilitas pengolahan, pengadaan mesin, hingga operasional.
Dengan kapasitas mesin mencapai 1.000 ton per hari, tantangan justru berada di pihak pemerintah daerah untuk memastikan pasokan sampah tetap stabil.
“Justru kami yang harus memastikan suplai sampahnya terpenuhi. Targetnya 1.000 ton per hari,” ungkapnya.
Selain memberi nilai ekonomi, pengolahan ini juga diharapkan mampu memperpanjang umur TPA Burangkeng yang selama ini terbebani oleh penumpukan sampah.
Baca Juga:50+ Kode Redeem FF Free Fire Hari Ini 1 April 2026 Lengkap Cara Klaim, Banyak Hadiah Ekslusif di Awal Bulan!Daftar Rekomendasi Drama China Terbaru April 2026 Lengkap Sinopsis, Ada Rebirth hingga The Epoch of Miyu
DLH pun saat ini tengah mencari metode efektif untuk memindahkan sampah dari zona inaktif ke area pengolahan agar program tersebut dapat segera berjalan optimal.
Lebih lanjut, Sukmawatty menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab setiap penghasil sampah.
