Kasus Diabetes di Karawang Tembus Puluhan Ribu, Usia Produktif Ikut Terdampak

Yayuk Sri Rahayu.
Ketua Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Karawang, Yayuk Sri Rahayu.
0 Komentar

KARAWANG, KBEonline.id – Jumlah kasus Diabetes Melitus (DM) di Kabupaten Karawang sepanjang tahun 2025 mencapai 52.100 penderita. Tingginya angka ini menunjukkan bahwa penyakit tidak menular tersebut kini tidak hanya menyerang lansia, tetapi juga semakin banyak dialami oleh masyarakat usia produktif.

Ketua Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Karawang, Yayuk Sri Rahayu, menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin. Ia menjelaskan bahwa program cek kesehatan gratis bertujuan membantu masyarakat mengenali faktor risiko, memperoleh edukasi, serta mendapatkan penanganan lebih awal jika terdeteksi penyakit.

“Tujuan cek kesehatan gratis ini agar masyarakat mengetahui faktor risiko, mendapatkan edukasi, serta penanganan dini jika ditemukan penyakit,” ujarnya, Rabu (1/4).

Baca Juga:50+ Kode Redeem FF Free Fire Hari Ini 1 April 2026 Lengkap Cara Klaim, Banyak Hadiah Ekslusif di Awal Bulan!Daftar Rekomendasi Drama China Terbaru April 2026 Lengkap Sinopsis, Ada Rebirth hingga The Epoch of Miyu

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah penderita perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, yakni 32.506 kasus berbanding 19.594 kasus. Dari sisi usia, kelompok 20 hingga 54 tahun menjadi penyumbang terbanyak dengan 25.713 kasus, disusul kelompok usia di atas 55 tahun sebanyak 22.938 kasus.

Sementara itu, pada remaja usia 15 hingga 19 tahun tercatat 3.445 kasus. Bahkan, meskipun jumlahnya kecil, terdapat pula 4 kasus pada anak di bawah usia 15 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa diabetes kini tidak lagi identik sebagai penyakit orang tua, melainkan telah menyasar kelompok usia muda.

Yayuk menjelaskan bahwa secara umum diabetes terbagi menjadi dua tipe utama, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Tipe 1 biasanya dialami anak-anak akibat gangguan autoimun yang membuat pankreas tidak mampu menghasilkan insulin. Sedangkan tipe 2 lebih sering terjadi pada orang dewasa dan berkaitan dengan gaya hidup yang kurang sehat.

Peningkatan kasus diabetes dipicu oleh berbagai faktor, seperti konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat, minimnya aktivitas fisik, obesitas, serta pengelolaan stres yang kurang baik. Faktor genetik juga berperan, meskipun tidak dominan.

Untuk menekan angka kasus, Dinas Kesehatan Karawang mengajak masyarakat memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang tersedia di puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya.

“Jangan takut periksa, karena semakin cepat diketahui, semakin baik penanganannya,” tutupnya.(Aufa)

0 Komentar