KBEonline.id – LBH CAKRA INDONESIA menyampaikan apresiasi terhadap keteladanan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang yang dinilai menunjukkan sikap sederhana dan inspiratif dalam menjalankan tugasnya.
Keteladanan tersebut tercermin dari kebiasaan Sekda yang menggunakan sepeda motor saat berangkat ke kantor. Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap penghematan energi di tengah krisis global yang masih berlangsung.
“Ini merupakan contoh sederhana namun berdampak besar. Ketika pejabat publik memberikan teladan, maka hal itu akan lebih mudah diikuti oleh aparatur lainnya,” ujar Inggar Permana, Rabu (1/4).
Baca Juga:Upaya Ngirit Pemkab Bekasi Hadapi Tekanan Anggaran, dari Tarik Mobil Dinas sampai WFHLKPJ Bupati Bekasi 2025: Pendapatan Tinggi, Realisasi Belanja di Bawah Target, Dampak OTT KPK?
Selain itu, LBH CAKRA INDONESIA juga menyatakan dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Karawang dalam mengelola keuangan daerah secara lebih efisien dan hati-hati. Kebijakan tersebut diinisiasi oleh Bupati Karawang sebagai respons terhadap kondisi fiskal yang sedang mengalami tekanan.
Menurut Inggar, kondisi tersebut tidak terlepas dari dampak efisiensi anggaran nasional serta dinamika global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang turut memengaruhi stabilitas ekonomi.
“Langkah efisiensi ini sudah tepat sebagai bentuk antisipasi terhadap ketidakpastian global,” katanya.
Dalam situasi tersebut, pengelolaan anggaran daerah dinilai harus dilakukan secara cermat dengan mengedepankan prinsip prioritas. Pemerintah daerah diharapkan mampu memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi tanpa mengabaikan efisiensi.
LBH CAKRA INDONESIA juga menilai bahwa pengetatan terhadap kegiatan non-prioritas perlu dilakukan secara selektif. Bahkan, jika diperlukan, kegiatan tersebut dapat dipangkas guna menjaga stabilitas keuangan daerah.
“Belanja daerah harus benar-benar difokuskan pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kegiatan yang tidak mendesak sebaiknya ditunda atau dikurangi,” ujar Inggar menegaskan.
Lebih lanjut, lembaga tersebut mengingatkan pentingnya pembangunan sumber daya manusia, tidak hanya berfokus pada proyek fisik. Penanaman nilai patriotisme, khususnya di kalangan aparatur dan generasi muda, dinilai penting dalam menghadapi dinamika geopolitik global.
Baca Juga:6 Ribu Penerima Bansos di Karawang yang Terilibat Pinjol-Judol Sudah Dihapus, Tapi Masih Ada 10 Persen LagiBatujaya Gempar, Dikira Penghuninya Mudik, di Dalam Rumah Suami Terkapar Istri Meninggal di Kamar Mandi
Di sisi lain, pembangunan sektor logistik pangan juga menjadi perhatian utama. LBH CAKRA INDONESIA menilai ketahanan pangan harus diperkuat untuk mengantisipasi dampak krisis global yang berpotensi mengganggu ketersediaan bahan pokok.
