PT TBS Energi Utama dan Bank DBS Indonesia Luncurkan Climate Transition Plan Menuju Target Netral Karbon 2030

Tbs
President Director PT TBS Energi Utama Tbk (TBS) Dicky Yordan dan SVP Sustainability DBS Bank Agnes Theresa meluncurkan Climate Transition Plan (CTP) oleh PT TBS Energi Utama Tbk (TBS).
0 Komentar

Selain itu, TBS berencana untuk menghentikan operasional penambangan batubara pada tahun 2027, konsisten dengan rencana strategisnya untuk fokus pada bisnis-bisnis rendah karbon.

Juli Oktarina, Direktur PT TBS Energi Utama Tbk, menyatakan: “Climate Transition Plan TBS merupakan komitmen nyata dan panduan strategis menuju dekarbonisasi yang kredibel, dengan fokus pada penghentian bertahap operasional batubara, reinvestasi ke pertumbuhan rendah karbon, dan efisiensi operasional menuju target netral karbon 2030.

Didukung oleh investasi senilai US$600 juta dan kolaborasi dengan DBS Bank Ltd (Bank DBS), rencana ini menegaskan bahwa keberlanjutan bukan pelengkap bisnis TBS — melainkan inti dari strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.”

Baca Juga:LBH CAKRA Indonesia Apresiasi Keteladanan Sekda Karawang di Tengah Upaya Efisiensi Daerah KarawangUpaya Ngirit Pemkab Bekasi Hadapi Tekanan Anggaran, dari Tarik Mobil Dinas sampai WFH

Hingga saat ini, TBS telah mencapai berbagai tonggak sejarah penting yang tercatat dalam CTP:

Pengelolaan Limbah: Membangun platform limbah regional melalui akuisisi AMES, ARAH, dan Cora Environment (sebelumnya Sembcorp Environment), perusahaan pengelolaan limbah terintegrasi terbesar di Singapura.

Energi Terbarukan: Pengembangan PLTS Terapung 46 MWp di Batam dan PLTM mini-hidro di Lampung yang dijadwalkan beroperasi pada 2025.

Mobilitas Listrik: Ekspansi Electrum dengan 7,500+ unit motor listrik di jalanan dan 360+ stasiun pertukaran baterai (BSS) di Jabodetabek.

TBS menargetkan investasi hingga US$600 juta dan memproyeksikan bahwa pada tahun 2030, hampir 80% pendapatan perusahaan akan berasal dari sektor non-batubara, bergeser dari profil pendapatan tahun 2022 yang hampir seluruhnya berasal dari fosil.

Peluncuran CTP ini juga menegaskan kepatuhan TBS terhadap standar transparansi global, termasuk pelaporan emisi Scope 1 dan 2 yang telah mendapatkan jaminan terbatas (limited assurance) dari pihak ketiga sesuai standar ISO 14064 dan regulasi OJK.

Dukungan sektor keuangan Bank DBS Indonesia memainkan peran krusial dalam mendukung ambisi TBS melalui berbagai mekanisme pembiayaan berkelanjutan. Sebelumnya, Bank DBS Indonesia turut mendukung fasilitas blended finance senilai US$15 juta untuk Electrum, platform kendaraan listrik TBS, yang merupakan pendanaan bersama pertama di Indonesia untuk sektor transportasi berkelanjutan.

Baca Juga:LKPJ Bupati Bekasi 2025: Pendapatan Tinggi, Realisasi Belanja di Bawah Target, Dampak OTT KPK?6 Ribu Penerima Bansos di Karawang yang Terilibat Pinjol-Judol Sudah Dihapus, Tapi Masih Ada 10 Persen Lagi

Anthonius Sehonamin, Director of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia, menyatakan:

“Sebagai mitra terpercaya dalam transisi berkelanjutan, Bank DBS Indonesia mendukung TBS Energi Utama Tbk tidak hanya melalui solusi pembiayaan transisi, tetapi juga melalui pendampingan strategis dalam penyusunan Climate Transition Plan yang kredibel dan terukur. Kami bekerja sama secara aktif dalam merumuskan peta jalan dekarbonisasi yang selaras dengan strategi bisnis jangka panjang TBS, sehingga rencana transisi ini tidak hanya ambisius, tetapi juga dapat dieksekusi secara nyata menuju target net-zero.”

0 Komentar