KBEONLINE.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mulai menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat terkait transformasi budaya kerja birokrasi yang lebih fleksibel, efisien, dan berbasis digital.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengatakan pihaknya telah menerima surat edaran dari pemerintah pusat dan segera menindaklanjutinya dengan aturan teknis di tingkat daerah.
“Insya Allah mulai Jumat ini sudah berjalan. Untuk teknis pelaksanaan akan kita atur melalui surat edaran turunan,” ujar Asep Surya Atmaja kepada Cikarang Ekspres, Rabu (1/4).
Baca Juga:Kasus Diabetes di Karawang Tembus Puluhan Ribu, Usia Produktif Ikut Terdampak50+ Kode Redeem FF Free Fire Hari Ini 1 April 2026 Lengkap Cara Klaim, Banyak Hadiah Ekslusif di Awal Bulan!
Menurut Asep, penerapan WFH tidak berlaku untuk seluruh ASN. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki fungsi pelayanan langsung kepada masyarakat tetap diwajibkan bekerja seperti biasa di kantor.
“Yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik tetap masuk. Kita pastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” tegasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan WFH akan tetap berada dalam pengawasan dan pengendalian kinerja yang ketat. Pemkab Bekasi akan memastikan produktivitas ASN tetap terjaga meskipun bekerja dari luar kantor.
“WFH bukan berarti bebas. Tetap ada kontrol dan indikator kinerja yang harus dipenuhi,” katanya.
Selain mendorong perubahan pola kerja, kebijakan ini juga diklaim mampu menekan pengeluaran daerah, khususnya dari sisi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan operasional harian.
Sejalan dengan itu, Pemkab Bekasi juga akan melakukan evaluasi besar terhadap penggunaan kendaraan dinas. Seluruh kendaraan akan diinventarisasi untuk mengetahui tingkat kebutuhan riil, biaya perawatan, serta efisiensi penggunaannya.
“Kita kumpulkan datanya, kita hitung. Kalau memang tidak mendukung kinerja atau tidak terlalu dibutuhkan, akan kita tarik,” ujar Asep.
Baca Juga:Daftar Rekomendasi Drama China Terbaru April 2026 Lengkap Sinopsis, Ada Rebirth hingga The Epoch of MiyuRanking FIFA Berubah, Timnas Indonesia Turun Peringkat Lagi, Ini Penyebabnya
Langkah tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari strategi efisiensi anggaran di tengah tekanan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah. Pengeluaran yang dinilai tidak produktif akan dipangkas dan dialihkan ke sektor yang lebih prioritas.
Di sisi lain, Pemkab Bekasi juga terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pembenahan sistem pengelolaan pendapatan. Salah satu fokus utama adalah digitalisasi pembayaran retribusi daerah.
